Hindari Flu Burung, Dinas Peternakan Lamsel Imbau Warga Kandangkan Hewan Ternak

SELASA, 31 JANUARI 2017

LAMPUNG — Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan, Arsyad, mengimbau kepada para pemilik unggas, khususnya ayam, untuk mengandangkan ternak ayam yang dimiliki untuk menghindari serangan virus flu burung (Avian Influenza). Pasalnya, cuaca pada awal tahun yang didominasi musim penghujan dan cuaca ekstrim, berakibat ketahanan ternak jenis unggas menurun sehingga mudah terserang penyakit flu burung.

Sumini, mengubur bangkai ayamnya yang mati akibat penyakit.

Selama ini, kata Arsyad, salah-satu kendala penanganan virus flu burung disebabkan masih banyak masyarakat menggunakan pola beternak dengan melepas-liarkannya saat siang hari, sehingga ternak yang terkena penyakit bisa menularkan ke unggas lainnya. Karenanya, ia mengimbau kepada pemilik ternak ayam untuk memisahkan ternak yang terserang penyakit flu burung, agar tidak meluas ke unggas lain.

Sementara itu, sejauh ini Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan memiliki stok vaksin sekitar 1 Juta dosis untuk mengantisipasi wabah flu burung, sehingga jika ada masyarakat pemilik ternak unggas seperti ayam, bebek, entok serta unggas lainnya diharapkan bisa melapor untuk mendapatkan penanganan dan pengecekan yang akan dilakukan oleh Tim Partisipatori Desease Survveillance Response (PDSR).

“Sejauh ini kita baru menerima satu laporan kasus dan sudah kita tangani, di antaranya di Desa Munjuk, Sampurna Jaya, dengan adanya kematian puluhan ekor ayam. Kita melakukan tes dan hasilnya positif. Namun, kita sudah memberikan vaksin untuk ternak yang ada di sekitarnya,” ungkap Arysad, Selasa (31/1/2017).

Arsyad mengatakan lagi, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan kepada pemilik ternak unggas jenis ayam yang ada di Desa Munjuk Sampurna Jaya, dan dipastikan pemilik ayam tersebut tidak terjangkit virus flu burung. Kepada para pemilik ayam yang mendapati ayamnya mati akibat penyakit, seperti tetelo atau mati mendadak, ia mengimbau sebaiknya langsung mengubur dan memendamnya di dalam tanah, agar tidak menjangkit ke unggas lain yang masih sehat, terutama sepanjang bulan Januari hingga Februari masih dalam musim penghujan.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan, Arsyad.

Sementara itu, salah-satu pemilik ternak di Desa Klaten, Kecamatan Penengahan, Sumini (44), mengaku dalam musim penghujan saat ini berbagai jenis ternak dipastikan rawan mengalami persoalan kesehatan. Tak kecuali, ternak kambing. Pemilik ternak unggas bebek, entok dan kambing, mengaku sengaja mengandangkan ternaknya, agar tidak berkeliaran selama musim penghujan. Khusus untuk ternak kambing, Sumini juga mengaku mengandangkannya.

“Kalau pemilik unggas yang paham, selama musim hujan ini pasti akan mengandangkan ternaknya, karena memang musim hujan kecenderungan ternak unggas mudah terserang penyakit,” ungkap Sumini.

Sumini juga mengakui, beberapa ayamnya yang mati karena terkena penyakit tetelo, langsung dimusnahkan dengan cara dibakar, agar bangkainya tidak menular ke ternak unggas lainnya. Solusi lain yang dilakukannya adalah dengan menjaga kebersihan kandang dan membuat kandang khusus dengan kebersihan kandang yang disemprot menggunakan disinfektan, serta memberikan pakan yang rutin dari konsentrat dan jagung.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Lihat juga...