Harga Cabe Tinggi, Dinas Pertanian NTB Sebut Faktor Ketersediaan dan Permintaan Tinggi Sebagai Penyebab
RABU, 11 JANUARI 2017
MATARAM — Kepala Dinas Pertanian Nusa Tenggara Barat (NTB), Husnul Fauzi, mengatakan, kenaikan harga cabai di sejumlah pasar tradisional di NTB dalam satu minggu terahir tidak saja disebabkan faktor sedikitnya ketersediaan pasokan cabai semata, namun juga faktor permintaan yang tinggi.
![]() |
| Husnul Fauzi, Kepala Dinas Pertanian NTB. |
Husnul berdalih, produksi cabai di beberapa wilayah NTB cukup bagus, khususnya tanaman cabai petani yang berada di kawasan dataran tinggi. Kerusakan banyak terjadi pada tanaman cabai yang berada di dataran rendah akibat terlalu dingin karena curah hujan tinggi.
“Saya kira gejala kenaikan harga cabai di pasaran tidak terkait secara langsung hanya faktor sedikitnya ketersediaan cabai, tapi juga karena memang permintaan tinggi, termasuk banyak dikirim keluar NTB, sehingga persediaan cabai di NTB sedikit,” ujarnya, Rabu (11/1/2017).
Ia mengatakan, produksi cabai NTB selama 2016 mencapai 105.000 Ton dari keseluruhan luas tanam 5. 500 Hektar lahan, dengan produksi cabe per 1 Hektar antara 13-14.000 Hektar. Sementara, kebutuhan konsumsi cabai masyarakat NTB setiap tahunnya antara 15-20.000 Ton, dan sementara sisanya surplus. Dan, surplus inilah yang kemudian dikoordinasikan agar tidak tertukar dengan pedagang.
“Untuk menghindari kerusakan tanaman cabai akibat curah hujan tinggi, petani diimbau menggunakan plastik sebagai penutup pohon cabai, supaya air hujan tidak langsung menerpa tanaman cabai, sehingga kerusakan akibat curah hujan bisa diminimalisir,” pungkasnya.
Jurnalis : Turmuzi / Editor : Koko Triarko / Foto : Turmuzi