Dua Kapal Cepat Bantuan Kementerian Bagi Warga Sikka Belum Juga Dioperasikan

KAMIS, 26 JANUARI 2017

MAUEMERE — Pemerintah Kabupaten Sikka belum juga mengoperasikan bantuan dua kapal dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk melayani kebutuhan warga yang bermukim di beberapa pulau kecil di wilayah kabupaten setempat. Padahal, kedua kapal bantuan ini sudah hampir setahun diterima Pemerintah Kabupaten Sikka, dan dibiarkan bersandar di Pelabuhan Wuring. Kapal penumpang ini lebih sering dipakai untuk kebutuhan pemerintah saja.

Kapal barang yang dibiarkan berlabuh di sisi timur Pelabuhan Wuring dan menjadi tempat bermain anak-anak.

Demikian dikeluhkan Yosef Resi, warga Kecamatan Alok Barat saat ditemui Cendana News di Pelabuhan Wuring, pekan kemarin. Dikatakan Yosef, bulan Februari 2016, Bupati Sikka sudah meresmikan kapal ini dan berjanji akan dipakai untuk melayani warga kepulauan. “Kalau ke Pulau Pemana, kami harus naik kapal nelayan dan butuh waktu bisa sampai 2 jam perjalanan dari Pelabuhan Wuring. Tapi, kalau dengan kapal cepat paling lama satu jam,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wahyudin, warga Pulau Semparong yang ditemui di Pelabuhan Wuring. Ia mengaku bingung ,kenapa kapal cepat ini tidak dioperasikan untuk keperluan warga kepulauan. “Kalau hanya dipajang saja dan sesekali dipakai oleh pemerintah daerah tentu mubazir dan kami warga kepulauan pun tidak mendapatkan manfaat dari bantuan ini,” tuturnya.

Wahyudin mengakui, memang sudah ada kapal fery yang melayani warga di Pulau Pemana dan Palue, namun kapal tersebut hanya beroperasi seminggu sekali. Sementara, warga kepulauan sehari-hari tetap menumpang kapal nelayan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka, Wilhelmus Sirilus, S.Sos., M.Si., saat ditemui Cendana News di kantornya, Kamis (26/1/2017), mengakui, sampai saat ini kedua kapal belum berlayar. Kapal hanya dipakai untuk keperluan mengangkut pejabat pemerintah yang akan berkunjung ke pulau. “Saya sudah mengurus izin berlayarnya ke Syahbandar, dan kapal akan segera dioperasikan untuk melayani masyarakat,” tuturnya.

Sirilus, sapaannya, beralasan kondisi perairan yang sedang bergelombang membuat pihaknya belum bisa mengoperasikan kedua kapal bantuan itu. Bila cuaca mendukung, setelah angin kencang dan gelombang tinggi reda, pihaknya akan segera mengoperasikannya.

Kapal Samudera Sikka 01 dan Samudera Sikka 02 telah diresmikan pengoperasiannya oleh Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera, sejak Rabu (24/2/2016). Kapal Samudera Sikka 01 berkapasitas 20 penumpang, sedangkan Kapal Samudera Sikka 02 merupakan kapal barang berkapasitas angkut 32 Gross Ton. Kedua kapal berbahan fiber ini saat diresmikan dijanjikan akan mengangkut orang dan barang antar pulau melayani warga di Pulau Palue, Pemana Samparong, Kojagete, Kojadoi, Parumaan dan Dambila. Kedua kapal tersebut sehari-hari parkir bersama beberapa Kapal milik AL dan Polisi Perairan serta Kapal milik SAR. Terlihat seorang anak buah kapal sedang berada di kapal menjaga kapal tersebut.

Jurnalis : Ebed De Rosary / Editor : Koko Triarko / Foto : Ebed De Rosary

Lihat juga...