KAMIS, 26 JANUARI 2017
MAUMERE — Bupati Sikka berharap agar bantuan yang diberikan pemerintah kepada petani, khususnya traktor tangan yang dibagikan Kamis (26/1/2017) bisa meningkatkan hasil produksi pertanian di Kabupaten Sikka.
![]() |
| Bupati Sikka menyerahkan bantuan traktor tangan kepada kelompok tani. |
Demikian disampaikan Bupati Sikka saat Rapat Koordinasi Penyuluhan Pertanian di aula kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Kamis (26/1/2017). Dikatakannya, pemerintah selalu mendukung petani dengan memberikan bantuan alat pertanian dan bibit.
“Bantuan traktor ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah dan saya berharap bisa dipakai semaksimal mungkin untuk meningkatkan hasil produksi pertanian demi kesejahteraan petani,” harapnya.
Bupati Ansar juga meminta agar traktor bantuan pemerintah ini selalu dirawat agar tidak cepat rusak. Kelompok tani pun harus mengatur penggunaan traktor ini secara adil agar semua anggota kelompok bisa menggunakannya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Ir. Hengky B. Sali dalam sambutannya menjelaskan, rapat koordinasi penyuluhan pertanian akan dilaksanakan secara rutin setiap triwulan dan rapat Kamis (26/1/2017) merupakan rapat perdana untuk triwulan pertama.
Jumlah penyuluh pertanian di Kabupaten Sikka, terang Hengky, sampai dengan bulan Januari 2017 berjumlah 185 orang yang terdiri dari penyuluh PNS 57 orang, sedangkan tenaga harian lepas atau tenaga bantu penyuluh pertanian sebanyak 60 orang.
“Selain itu, terdapat penyuluh pertanian swadaya sebanyak 68 orang. Satu orang penyuluh sedang menempuh pendidikan lanjutan,” bebernya.
Dari jumlah tersebut, terangnya, yang ditempatkan di Kota Maumere sebanyak 4 orang penyuluh pertanian ahli, 21 orang pada 21 kecamatan selaku Kepala Balai Penyuluh Kecamatan serta 157 orang penyuluh tersebar di 160 desa dan kelurahan.
“Wilayah kerja penyuluhan pertanian yang belum ada penempatan penyuluh pertanian saat ini sedang dalam proses perekrutan,” paparnya.
Selain itu, sebut Hengky, terdapat 10 orang Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) dan 11 orang tenaga honorer pendamping perkebunan yang bertugas di berbagai kecamatan. Terdapat 3 program strategis nasional yang dilaksanakan di Kabupaten Sikka, sambungnya, yakni upaya khusus peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai (Upsus Pajale) yang sudah berjalan bersama TNI AD dalam hal ini Kodim 1603 Sikka dan sudah memasuki tahun ketiga.
![]() |
| Bupati Sikka, Kadis Pertanian, dan Kasdim 1603 Sikka, saat rapat evaluasi penyuluhan pertanian. |
“Ada juga upaya khusus peningkatan produksi bawang dan cabai (Upsus Babe ) serta upaya peningkatan produksi daging melalui upaya khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang akan dimulai tahun ini,” pungkasnya.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary
