Demo FPI di Mabes Polri, Dagangan PKL Laris

SENIN 16 JANUARI 2017
JAKARTA—Aksi unjuk rasa atau demonstrasi besar-basaran yang mengatasnamakan dirinya dari Front Pembela Islam (FPI) yang digelar pagi hingga siang tadi sempat melumpuhkan dan memacetkan arus lalu lintas di sekitar kawasan Gedung Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Seorang penjual minuman bernama Syaiful di depan Gedung Mabes Polri Jakarta.
Namun aksi massa FPI tersebut ternyata dimanfaatkan dengan baik oleh para pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan berbagai macam barang dagangannya misalnya seperti koran, majalah, makanan, minuman, rokok dan berbagai macam souvenir, misalnya seperti kaca mata, jam tangan hingga berjualan kopiah dan sajadah untuk keperluan ibadah sholat.
Mereka tampaknya tetap nekat menjajakan aneka macam dagangannya meski sebelumnya aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melarang mereka untuk berjualan di sekitar lokasi aksi unjuk rasa, salah satunya karena alasan mempertimbangan faktor keamanan, misalnya kalau terjadi bentrokan maupun kerusuhan.
Para PKL yang datang dari segala penjuru tersebut tampak terlihat sibuk menjajakan barang aneka macam barang dagangannya sejak pagi hingga siang hari. Mereka tampaknya tidak peduli walaupun harus berjualan di tengah-tengah lokasi aksi unjuk rasa ratusan massa FPI sedang menyampaikan aspirasinya secara langsung dan terbuka melalui mobil komando yang dilengkapi dengan pengeras suara yang memekakkan telinga tersebut.
Berdasarkan pantauan Cendana News langsung dari lokasi aksi unjuk rasa massa FPI di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan, menurut pengakuan para PKL yang sempat ditemui Cendana News, yang paling banyak dibeli pembeli massa aksi demo adalah berbagai aneka minuman cepat saji misalnya seperti kopi, es teh, dan air mineral yang dingin.
Sedangkan PKL lainnya yang biasanya menjual makanan misalnya seperti rujak buah, bakso, soto, mie ayam maupun berbagai macam jajanan gorengan lainnya juga mengaku bahwa dagangnya laris manis ludes dibeli massa aksi unjuk rasa, para PKL tersebut mengaku banyak meraup keuntungan pada saat berjualan di sekitar lokasi unjuk rasa seperti sekarang ini.
“Kalau ada aksi demonstrasi pengerahan massa semacam ini, para PKL biasanya malah mendatangi lokasi tersebut, dari pagi hingga siang tadi sudah banyak peserta unjuk rasa yang datang membeli barang dagangan saya, misalnya seperti rokok, aneka macam kopi, es teh dan juga air mineral dingin, saking larisnya saya sampai bolak-balik ke rumah untuk mengambil air panas, air mineral maipun es batu, karena tingginya permintaan minuman selama aksi massa tersebut berlangsung,” papar Syaiful, seorang penjual minuman kepada Cendana News, Senin sore (16/1/2017).
Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono
Lihat juga...