MINGGU, 22 JANUARI 2017
JAKARTA — Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) memastikan titik api di lokasi kebakaran yang menghanguskan Blok I dan Blok II Pasar Senen sudah berhasil dipadamkan keseluruhan. Saat ini yang masih tersisa hanyalah puing-puing sisa kebakaran.
![]() |
| Tidak ada lagi kobaran api maupun kepulan asap di Pasar Senen |
Setelah situasinya dirasa aman dan kondusif, ratusan petugas dan puluhan unit mobil Damkar sudah ditarik dan dikembalikan ke markas mereka masing-masing. Sebelumnya Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta mengerahkan puluhan petugas Damkar dibantu 42 unit mobil Damkar untuk mengatasi sisa-sisa kobaran api yang masih membara.
Berdasarkan pantuan Cendana News langsung dari kawasan kompleks pertokoan Pasar Senen, Blok I dan Blok II, hingga pukul 13:00 WIB, Minggu siang (22/1/2017) hanya ada dua mobil PMK tampak terlihat masih disiagakan di sekitar lapangan parkir yang terletak di depan lokasi bangunan Blok I dan Blok II yang sebelumnya sempat terbakar habis dilalap “Si Jago Merah”.
“Kita pastikan kobaran api maupun kepulan asap sudah tidak ada lagi, pembasahan dan lokalisir sudah dilakukan, api sudah padam, hampir seluruh petugas Damkar dan kendaraan Damkar sudah ditarik, namun hawa panas masih terasa di tembok-tembok yang sebelumnya terbakar selama tiga hari berturut-turut, namun suhu akan berangsur normal terkena tiupan angin yang berhembus kencang di sekitar lokasi kebakaran,” kata Permadi, Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat ketika dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Minggu siang (22/1/2017).
![]() |
| Dua unit mobil Damkar masih disiagakan di lokasi kebakaran |
Sementara itu, menurut perhitungan Pemprov DKI Jakarta, kerugian sementara akibat kebakaran tersebut diperkirakan lebih dari 200 miliar Rupiah, kebakaran tersebut juga menghanguskan sekitar 1.691 kios yang berada di kawasan kompleks pertokoan Pasar Senen Blok I dan Blok II. Begitu hebatnya kebakaran tersebut, sehingga kobaran api baru berhasil diatasi dan dipadamkan secara menyeluruh selama 3 hari atau 72 jam.
Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Eko Sulestyono
