Sensasi Makan Bakso Ambil Sendiri di Warung Deshintya Lampung

MINGGU, 22 JANUARI 2017

LAMPUNG — Kuliner bakso merupakan salah satu makanan yang disukai masyarakat berbagai kalangan dengan cita rasa khas daging yang menyatu dengan adonan tepung berbentuk bulat dengan ditemani mie kuning atau mie putih. Kuah yang menggugah selera dengan rasa dagig sapi dan juga tambahan saos serta sambal sering menjadi santapan ringan bagi pemburu kuliner tersebut. Umumnya penyajian bakso dilakukan oleh pedagang sesuai jumlah porsi yang sudah ditetapkan oleh penjual dengan sajian berupa bakso (pentol), mie kuning dan mie putih, sedikit sayuran serta taburan bawang merah goreng serta pelengkap lainnya. 

Ambil sendiri, menjadi konsep melayani pembeli untuk memilih varian rasa bakso di warung bakso Deshintya

Namun bagi pemilik usaha bakso di Kecamatan Penengahan tepatnya di Jalan Lintas Sumatera KM 70 Desa Pasuruan, sang pedagang menerapkan konsep ambil sendiri suka suka. Konsep tersebut memungkinkan pembeli mengambil bakso sesuai selera dan jumlah yang menyesuaikan isi kantong.

Menurut sang pemilik, Wartini (47) dan Mashadi (50) ide membuat konsep penjualan secara prasmanan atau konsumen mengambil bakso sesuai dengan seleranya dilakukan setelah melihat belum ada penjual bakso yang menerapkan sistem ambil sendiri di daerah tersebut. Ia juga mengungkapkan dengan sistem ambil sendiri pembeli bisa mengukur jumlah porsi yang akan disantap sehingga tidak akan menyebabkan sisa atau terbuang percuma sebab selama ini ia mengakui kerap membeli bakso di beberapa warung bakso dengan porsi yang disiapkan pedagang kerap tidak habis karena kenyang. Selain itu segi marketing ambil sendiri tersebut merupakan ciri khas tempat makan bakso yang diberinya nama Bakso Deshintya yang merupakan gabungan nama ketiga anaknya Desta, Shinta dan Aditya.

“Kalau menu utamanya tetap bakso dan mie ayam namun kita buat konsep pelanggan mengambil bakso sesuai dengan selera masing masing karena kita siapkan beragam varian dari bakso biasa hingga bakso pedas serta berbagai ukuran baik kecil maupun ukuran besar,”ungkap Wartini saat ditemui Cendana News di warung bakso yang mulai ramai dikunjungi pelanggan menjelang siang pada Minggu (22/1/2017).

Lokasi yang strategis dengan jalan raya, dekat dengan kantor bank, kantor pos, lokasi cucian mobil serta tak jauh dari sekolah membuat warung bakso tersebut kerap dikunjungi berbagai kalangan. Ia mengaku dengan adanya media sosial terutama berkat promo sang anak yang memperkenalkan warung balso tersebut menjadikan jumlah kunjungan semakin banyak terutama dengan anak anak usia sekolah yang penasaran sekaligus untuk merayakan ulang tahun. Sebagian besar bahkan merasa penasaran dengan konsep membeli bakso dengan ambil suka suka sesuai selera ditambah dengan adanya bakso berbagai varian yang menggugah selera.

Wartini baju merah pemilik warung bakso Deshintya

Menu yang paling membuat penasaran menurut Wartini yang bekerja di salah satu perusahaan plat merah tersebut diantaranya bakso mercon dengan adanya cabai merah utuh di dalam bakso. Bahkan sensasi makan bakso mercon tersebut membuat pengunjung membeli bakso untuk oleh oleh setelah menyantap bakso di warung yang telah berdiri sejak setahun lalu tersebut. Pengunjung yang rata rata mengajak keluarga dan kerabat pun bisa memilih untuk makan dengan cara lesehan atau duduk di kursi yang tinggi karena disediakan dua pilihan tempat duduk.

Konsep ambil sendiri suka suka membuat Wartini menyiapkan etalase khusus dari kaca lengkap dengan beberapa mangkuk bakso berbagai varian dengan harga yang berbeda beda mulai dari Rp2.000 hingga Rp10.000 per butir tergantung ukuran. Mangkuk mangkuk dan alat khusus untuk mengambil bakso sudah disiapkan sehingga pelayan hanya tinggal memberi kuah untuk bakso yang telah diambil oleh konsumen untuk disantap ditempat atau dibawa pulang. Bagi yang belum pernah merasakan varian bakso yang umumnya hanya terbuat dari daging sapi, konsumen ungkap Wartini biasanya mencoba seluruh varian bakso yang disediakan diantaranya bakso jamur, bakso mercon serta varian rasa lainnya.

Tanpa menyebut omzet perhari usaha berjualan bakso miliknya, namun isteri dari mashadi ini mengaku dengan berjualan bakso setidaknya ia telah bisa menguliahkan anaknya di Surabaya dan Bandung serta anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Selain itu ia mengungkapkan dengan adanya konsep berjualan prasmanan atau ambil sendiri tersebut semakin menambah pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati bakso dengan cara menyesuaikan rasa yang disukai pelanggan.

“Harganya cukup murah kok dan sesuai dengan kebutuhan karena ada juga yang ingin merasakan tiga varian saja dan sesuai dengan daya beli terutama pelajar dan masyarakat di kota kecamatan ini,”terang Wartini.

Khusus untuk pelajar ia bahkan mencatat diantaranya mulai ada tren merayakan ulang tahun dengan mengajak kawan kawan terdekat untuk makan di bakso Deshintya. Beberapa mulai mengajak teman temannya setelah mengunggah foto foto menu bakso yang masih cukup belum familiar di wilayah tersebut karena sebagian warung bakso di wilayah tersebut masih menerapkan konsep menjual dengab porsi yang telah ditentukan penjual. Selain itu rasa yang cukup beragam semakin menarik minat pengunjung untuk menikmati sajian kuliner bakso di warung miliknya.

Wartini mengungkapkan saat ini di warung berukuran sekitar 5×8 meter tersebut disiapkan beberapa varian rasa bakso dan menu menu pilihan. Beberapa menu yang ditawarkan di Bakso Deshintya diantaranya  bakso mercon seharga Rp2.000 perbutir, bakso jamur Rp2.000 perbutir, bakso nyumput Rp2.000 perbutir, bakso kotak Rp2.000 perbutir, bakso bulat (bakso biasa) Rp2.000 perbutir, bakso telor puyuh Rp3.000, mie putih Rp1.000, Mie ayam Rp10.000 perporsi. Selain itu beberapa minuman segar juga disediakan diantaranya beberapa aneka jus Rp6.000 per gelas,es rumput laut Rp5.000, es campur Rp5.000,- Es Teh Rp3.000 dan air jeruk panas Rp4.000 per gelas.

Yuli (34) salah satu pembeli bakso di warung bakso Deshintya mengaku cukup puas dengan rasa bakso yang membuatnya penasaran setelah diajak sang kawan. Ia bahkan mengaku sengaja mencoba bakso berukuran jumbo yang di dalamnya masih ada bakso berukuran kecil dan mencoba bakso mercon yang pedasnya cukup membuatnya berkeringat. Lokasi yang nyaman dengan kipas angin dan alunan musik yang cukup nyaman membuat ia betah berada di warung bakso tersebut untuk bercengkerama bersama kawan menikmati setiap butir bakso yang menggugah selera.

“Rasanya mantap terutama bakso mercon karena ada cabai merah di dalamnya dan selama ini kalau makan bakso pakai sambal untuk sensasi pedas namun di sini cukup makan bakso mercon sudah puas,”ungkap Yuli.

Keberadaan warung bakso Deshinyta yang bersih, rapi dan menerapkanstandar kebersihan dan kenyamanan tersebut membuat saat akhir pekan dan jam jam makan siang hingga malam hari menjadi rujukan para pemburu kuliner. Sebagian sengaja datang untuk kesekian kalinya menikmati sensasi berbagai varian bakso yang ada, sebagian pertama kali datang untuk menikmati rasa yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Warung bakso Deshintya tersebut sekaligus menambah pilihan menikmati sajian kuliner bakso dengan konsep berbeda; Ambil sendiri suka suka! tapi jangan lupa membayarnya.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Lihat juga...