BPS NTB Rilis Komoditi yang Paling Berkontribusi Sebabkan Kemiskinan

SELASA, 3 JANUARI 2017

MATARAM — Komoditi makanan dan rokok kretek filter masih menjadi komoditi paling berkontribusi menyebabkan kemiskinan di tengah masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan.
puluhan masyarakat miskin Lombok Barat menerima paket sembako dari PLN beberapa waktu lalu
“Peran komoditi makanan seperti beras, daging sapi dan rokok terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan komoditi bukan makanan,” kata Kepala Badan Pusat Statistik NTB, Endang Tri Wahyuningsih di Mataram, Selasa (3/1/2016).
Endang menjelaskan, sementara komoditi bukan makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan maupun pedesaan adalah perumahan, pendidikan dan bensin.
Pada September 2015, sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap terhadap garis kemiskinan sebesar 72,81 persen untuk perkotaan dan 75,89 persen untuk daerah pedesaan.
“Jumlah penduduk miskin di NTB pada bulan September 2016 mencapai 786,58 ribu orang atau 16,02 persen, berkurang 17,9 ribu atau 0,46 persen dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2016 sebesar 804,45 ribu orang atau 16,48 persen,” terang Endang.
Ditambahkan, pada periode Maret 2016, penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang sekitar 6,4 ribu orang dari 385,22 ribu orang pada Maret 2016 menjadi 378,83 ribu orang pada September 2016.
Demikian halnya di daerah pedesaan, penduduk miskin berkurang sebanyak 11,5 ribu orang dari 419,23 ribu orang pada Maret 2016 menjadi 407,75 ribu orang pada September 2016.

Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Turmuzi

Lihat juga...