Tingkat Kebutuhan Darah Tinggi, PMI NTB Akan Bangun Gudang Transfusi Darah di Setiap Kabupaten Kota

RABU 7 DESEMBER 2016

MATARAM—Tingkat kebutuhan masyarakat akan donor darah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) setiap tahun mengalami peningkatan, seiring dengan pertumbuhan penduduk yang juga semakin bertambah, perubahan iklim yang rentan menimbulkan penyakit.
Ketua PMI NTB, Ridwan Hidayat.
 “Pertumbuhan penduduk yang terus bertambah, termasuk perubahan iklim yang rentan menimbulkan penyakit, menjadi salah satu penyebab kebutuhan akan darah tinggi” kata Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) NTB, Ridwan Hidayat, Rabu (7/12/2016).
Menurutnya, selama  2015 saja, kebutuhan masyarakat akan donor darah mengalami kenaikan sebesar 20 persen dan tahun ini dipastikan mengalami peningkatan, di mana untuk Kabupaten Lombok Barat (Lobar) saja jumlah suplai darah mencapai 17 ribu lebih.
Untuk memenuhi kebutuhan donor darah bagi masyarakat NTB, mulai 2017, PMI akan membangun gudang transfui darah di setiap Kabupaten Kota, supaya masyarakat juga bisa lebih mudah dan cepat terlayani.
“Sekarang ini gudang transfusi darah dimiliki NTB hanya ada lima, tiga di Pulau Lombok dan dua di Pulau Sumbawa.”
Sementara itu Ketua Pelaksana Harian PMI Pusat, Ginanjar Kartasasmita, mengatakan, untuk seluruh Indonesia, kebutuhan kantung dan darah mencapai 4,5 juta setiap tahun dan itu masih impor dari Korea dan Prancis dan itu memakan biaya tidak sedikit.
“Pemerintah saat ini sedang menyiapkan industri kantong darah di Indonesian yang mampu menghasilkan sendiri kantung darah dan tidak perlu impor, termasuk menjalin kerjasama dengan Biofarma untuk mengolah plasma menjadi obat” tutupnya.

Jurnalis: Turmuzi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Turmuzi

Lihat juga...