Slamet: Persemaian Permanen Dukung Pencegahan Banjir di Lampung

SELASA, 20 DESEMBER 2016

LAMPUNG — Sebagian wilayah Provinsi Lampung yang mengalami peristiwa banjir akibat meluapnya aliran sungai, di antaranya aliran Sungai Way Sekampung serta akibat gundulnya lahan hutan, menjadi keprihatinan bagi Slamet, Manager Persemaian Permanen Karangsari, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan. Slamet mengungkapkan, selama ini pihaknya melalui Persemaian Permanen milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Seputih Way Sekampung (BPDASWSS), telah menyiapkan jutaan bibit setiap tahun bagi siapapun yang ingin melakukan penanaman pohon. Penanaman pohon secara perseorangan, kolektif melalui organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan serta instansi bahkan disiapkan berbagai jenis bibit secara gratis.
Slamet (kiri), Manager Pusat Pembibitan Permanen di Lampung.
Slamet mengatakan, berdasarkan rencana produksi bibit persemaian permanen pada tahun 2016 ini telah mennyediakan jutaan bibit tanaman, baik tanaman kayu untuk reboisasi maupun tanaman buah-buahan untuk masyarakat petani. Ia bahkan mengungkapkan berbagai pola penanaman kemasyarakatan diharapkan bisa diterapkan pola penanaman multy purpose tree system (MPTS), dengan menanam tanaman buah-buahan yang produktif, sekaligus bisa digunakan sebagai tanaman rehabilitasi lahan.
Tanaman MPTS tersebut, ungkap slamet, di antaranya alpokat, aeran, cengkeh, durian, duwet serta puluhan tanaman buah lain jenis MPTS. Berdasarkan data pula, saat ini persemaian permanen menyediakan sebanyak 630.250 batang tanaman MPTS yang bisa dimanfaatkan masyarakat.
“Kalau ditanam di kawasan hulu sungai, di kawasan hutan, maka akan menjadi penyerap air yang mencegah terjadinya abrasi dan ini bisa mencegah banjir, karena selama ini masih banyak daerah yang mengeluh terkena banjir akibat penebangan hutan tanpa diiringi upaya penanaman kembali. Dan, kami fasilitasi bibit,” ungkapnya saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (20/12/2016).
Menurut Slamet, sosialisasi telah dilakukan kepada seluruh aparat desa. Untuk permintaan bibit hanya cukup meminta rekomendasi dari Kepala Desa, luasan lahan yang akan ditanam, mengisi formulir dan tak dikenai biaya alias gratis. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui hal tersebut, padahal jutaan bibit telah disediakan secara Cuma-cuma.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Ir. Sutomo, MM. (baju batik).
Selain tanaman berbagai jenis buah-buahan, Persemaaian Permanen juga menyediakan berbagai tanaman kayu-kayuan, di antaranya Damar, Jati, Salam, Sengon, serta puluhan tanaman kayu lain yang bisa digunakan untuk tanaman investasi serta reboisasi. Sebanyak 1.769.750 batang bahkan telah diproduksi di Pusat Persemaian Permanen tersebut.
Langkah konkrit yang dilakukan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Seputih Way Sekampung (BPDASWSS), menurut Slamet, di antaranya menggandeng pihak terkait seperti Pramuka, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta pemerhati lingkungan untuk melakukan penanaman pohon. Beberapa organisasi pecinta alam di antaranya telah melakukan penanaman di sekitar areal milik PT Penyelamat Alam Nusantara (PAN), dengan melakukan penanaman pohon di sekitar aliran sungai. Selain itu, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Mesuji juga telah melakukan penanaman pohon di sepanjang jalan protokol.
“Tingkat produksi bibit dengan permintaan masyarakat memang belum sebanding, namun kita berharap bibit yang kita produksi benar-benar digunakan masyarakat untuk penghijauan, dan saat ini sangat cocok masa tanam karena curah hujan cukup,” ungkap Slamet.
Pusat Pembibitan Permanen di Karangsari.
Ketersediaan bibit tanaman berbagai jenis tersebut, menurut Slamet, sekaligus menjadi solusi bagi setiap Kabupaten di Provinsi Lampung, yang akan melakukan proses rehabilitasi. Slamet bahkan memberikan prioritas kepada masyarakat yang secara swadaya melakukan penanaman di beberapa lahan tidak produktif dan di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS), untuk menghindari longsor dengan menyediakan bibit aren dan bambu. Sementara di wilayah pesisir pantai disediakan juga bibit bakau (mangrove).
Keberadaan Persemaian Permanen yang sejatinya dibangun untuk menjawab kebutuhan masyarakat Lampung akan bibit tersebut, menurut Slamet, harus diimbangi dengan semangat melakukan penanaman. Sebab, selama ini keengganan masyarakat menanam pohon atau melakukan reboisasi karena kurangnya ketersediaan bibit dan sebagian harus membeli. Jawaban untuk penyelamatan lahan, mencegah banjir serta menghijaukan lahan tidak produktif ada di Persemaian Permanen dan masyarakat bisa mengajukan permintaan bibit sesuai kebutuhan lahan.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Ir. Sutono, MM., yang juga Ketua Perhimpunan Petani Lampung, yang selalu mendukung keberadaan Persemaian Permanen Lampung, juga selalu mengimbau masyarakat untuk gemar menanam. Ia bahkan dengan penuh semangat mengajak petani Lampung untuk terus mengembangkan pola penanaman tanaman beragam, agar bisa mendapat manfaat secara ekonomis maupun ekologis. Sutono juga menggagas pembuatan arboretrum dengan konsep tempat penanaman berbagai jenis tanaman langka yang ada di Kalianda, Lampung Selatan. Selain menyelamatkan tanaman langka yang ada di Indonesia, ia berharap Persemaian Permanen juga bisa menjadi penyedia bibit yang ditanam di arboretrum tersebut. 

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Koko Triarko / Foto : Henk Widi

Lihat juga...