Sinergi Posdaya Jingga dan Warga Merintis Bank Sampah

JUMAT, 23 DESEMBER 2016
JAKARTA – Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Impian Posdaya Jingga untuk memberdayakan masyarakat sekitar, tampaknya akan segera menjadi nyata. Hal itu terbersit saat Cendana News dibawa oleh Koordinator Pos Penghijauan dari Posdaya Jingga, Sumargo, berkunjung ke Gang Mandala RT 08, RW 05, Kelurahan Ragunan. Di tempat itu, selain kegiatan Kampung Hijau juga mulai dirintis adanya Bank Sampah.
Perwakilan Ibu PKK Dasa wisma Gang Mandala RT08/RW05 penggerak Bank Sampah.
Ketua RT 08, RW 05, Gang Mandala, Kelurahan Ragunan, Saini, tampak antusias dengan gerakan Bank Sampah dari warganya. Ia sendirilah yang menggerakkan kegiatan Bank sampah dengan tujuan agar masyarakat bisa memanfaatkan atau mendaya-gunakan sampah-sampah rumah tangga menjadi sesuatu dalam bentuk lain.
“Intinya, menjadikan sampah itu menjadi uang. Lalu, untuk apa uang itu? Tentunya untuk membiayai kegiatan-kegiatan masyarakat. Bisa saja nanti uang hasil Bank Sampah untuk subsidi beragam kegiatan masyarakat Gang Mandala, baik untuk olah raga, Ibu-ibu PKK serta gerakan Kampung Hijau yang sedang kami galakkan bersama di sini,” terang Saini kepada Cendana News di lokasi Bank Sampah, Gang Mandala, RT 08, RW 05.
Kegiatan Bank Sampah Gang Mandala baru berjalan sejak empat bulan ini. Gerakan pemberdayaan Bank Sampah memang digerakkan oleh Sumargo dari Posdaya Jingga dan Saini sebagai Ketua RT, agar Ibu-ibu PKK bisa memiliki banyak kegiatan. Dalam empat bulan ini, uang yang sudah terkumpul dari hasil Bank Sampah sebesar Rp. 800.000.
Mekanisme Bank Sampah Gang Mandala masih sederhana, yakni mengumpulkan sampah dari warga di satu titik, kemudian diambil oleh pengepul seminggu sekali. Menurut Saini, pengepul tidak membeli dengan harga kiloan, melainkan membeli secara borongan dengan harga antara Rp. 35- 50.000 sekali penjemputan.
“Sampah yang dikumpulkan warga di sini biasanya berkisar antara botol-botol air mineral bekas, plastik-plastik bekas, kaleng bekas, barang rongsokan rumah tangga dan beragam sampah rumah tangga lainnya yang bisa didaur ulang atau diolah kembali,” tambah Saini.
Beberapa Ibu PKK yang kebetulan hadir dari kelompok PKK (Dasa Wisma) yang aktif di RT 08 Gang Mandala juga ikut menambahkan, bahwa setiap rumah warga pastinya mengumpulkan sampah-sampah tersebut untuk kemudian dibawa ke titik pengumpulan sampah. Sesuai kesepakatan dalam forum warga, uang hasil Bank Sampah sudah disetujui semua warga sebanyak 70 KK yang ada untuk digunakan sepenuh-penuhnya untuk kegiatan warga.
Tempat warga mengumpulkan sampah di depan rumah sebelum dibawa ke titik pengumpulan Bank Sampah.
“Kami ada rencana untuk membuat kegiatan outdoor bersama dari PKK sampai Karang Taruna. Akan dibuat di luar kota, tapi baru rencana, ya kumpulkan uang dulu saja dari Bank Sampah. Kekurangannya baru nanti dicari solusinya sama-sama,” jelas Saini.
Pemberdayaan warga untuk penghijauan maupun Bank Sampah oleh petugas Posdaya Jingga bersinergi dengan anggota lainnya dari Rukun Tetangga setempat, merupakan upaya memberdayakan masyarakat agar menjadi kumpulan yang mandiri. Dengan bisa mandiri, ke depannya masyarakat dapat lebih aktif membuat terobosan-terobosan kegiatan minimal untuk komunitas tempat tinggalnya terlebih dahulu sebelum menginjak ke tingkatan lebih besar. 

Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : Koko Triarko / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...