Posdaya Jingga, Konsep Sehat bagi Remaja dan Warga Usia Indah

JUMAT, 16 DESEMBER 2016

JAKARTA — Dari empat aspek pembangunan manusia indonesia yang harus dikedepankan tiap Posdaya binaan Yayasan Damandiri yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi dan lingkungan. Semua memiliki keterkaitan. Itu yang diutarakan Ketua Posdaya Jingga, Hj. Suwartini Djuwarno, saat ditemui Cendana News di Gang Abah No.41, Cilandak KKO, RT 05/RW 05, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Hj. Suwartini (paling kanan) bersama para konselor muda.

Keterkaitan yang dimaksud Suwartini adalah jika masyarakat sehat, mereka bisa bekerja untuk mencari uang demi mendapatkan pendidikan yang layak. Ketika seseorang mendapat pendidikan yang cukup, ia bisa meningkatkan derajat perekonomian keluarganya sendiri. Dan saat semuanya sudah terpenuhi dengan baik, barulah masyarakat bisa memperhatikan kegiatan sosial di luar kebutuhan pokoknya, yakni melestarikan lingkungan.

Kegiatan pelayanan kesehatan yang coba dikedepankan Posdaya Jingga selama ini merupakan sinergi antara kegiatan kesehatan dengan pendidikan sekaligus. Keduanya berjalan beriringan untuk membentuk masyarakat sehat yang melek informasi akan kesehatan itu sendiri.

Setiap Selasa diadakan pelayanan kesehatan terpadu serta terintegrasi seperti Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) lintas usia berupa pemeriksaan kesehatan gratis dengan mendatangkan dokter umum berkualitas. Sedangkan hari Jumat setiap minggunya diadakan pendidikan konselor remaja untuk menangani pendidikan berbagai aspek dinamika kehidupan remaja saat ini seperti bahaya narkoba, penyuluhan HIV/AIDS, kewirausahaan remaja, dan olah raga.

Posyandu lintas usia menangani pengobatan maupun konsultasi beragam penyakit seperti darah tinggi, kolesterol, asam urat, diabetes dan penyakit-penyakit tidak menular lain pada umumnya seperti gatal-gatal, flu, batuk, dan lain sebagainya.

“Kegiatan Posyandu lintas usia sudah kami adakan sejak dua tahun yang lalu dengan total pasien rutin hingga saat ini sudah mencapai 120 pasien terdaftar. Bahkan jika dikalkulasikan selama dua tahun ini, kami sudah menangani antara 400 sampai 1.000 orang pasien dengan kasus-kasus penyakit yang berbeda,” beber Suwartini.

Kasus-kasus balita dan remaja merupakan titik perhatian utama dari Posdaya Jingga selain kesehatan kaum dewasa dan lansia. Menurut data terakhir sejak Agustus 2016, Kelurahan Ragunan yang memiliki 7.471 Kepala Keluarga (KK) dari 111 RT dan 11 RW ini belum memiliki data gizi buruk balita. Namun Posdaya Jingga tetap waspada dengan rutin mengadakan Posyandu lintas usia. Akan tetapi dengan dinamika pergaulan remaja saat ini, adalah keputusan tepat bagi Posdaya Jingga meningkatkan pelayanan kesehatan yang diikuti edukasi bagi remaja.

Senam sehat rutin warga usia indah di Posdaya Jingga.

   

Pelayanan kesehatan remaja yang diadakan Posdaya Jingga merupakan implementasi dari program BKR (Bina Keluarga Remaja) milik Posdaya Jingga dari BKKBN dan Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) yang akhirnya menelurkan program luar biasa milik Posdaya Jingga lainnya dengan nama Pusat Informasi dan Konseling Remaja Jingga atau disingkat PIK-R Jingga yang sudah kurang lebih satu tahun berjalan.

Untuk menggalakkan hidup sehat dengan olah raga teratur murah meriah bagi warga masyarakat usia indah, Posdaya Jingga membuat program senam rutin lansia di wilayah Gang Abah RT 05/RW 05, Cilandak KKO, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, setiap minggunya. Kegiatan ini kerap diintegrasikan dengan kegiatan Kerja Bakti dan Penghijauan Lingkungan Keluarga secara bersama-sama. Warga di usia indah atau lansia hanya membutuhkan perhatian dan kebersamaan, dengan begitu mental dan jiwa mereka akan sehat sehingga dipercaya bisa membuat hidup mereka semakin berwarna di usia yang indah tersebut.

“Untuk PIK-R Jingga, kami bekerja sama dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan mendatangkan secara khusus baik dokter maupun psikolog menangani beragam permasalahan remaja sampai pemuda dewasa ini. Dari kenakalan remaja, edukasi bahaya HIV AIDS sampai bahaya narkoba. Semua itu kami lengkapi dengan membina para konselor sebaya atau konselor muda demi menangani para remaja yang bermasalah,” lanjut Suwartini lagi.

Bahkan, masih menurut Suwartini, dari 46 anak remaja binaan Posdaya Jingga belakangan ini ada dua orang yang memang sudah positif mengidap HIV AIDS. Penanganan secara psikologis maupun edukasi kesehatan dilakukan kepada keduanya dengan intensif dalam suasana kekeluargaan yang hangat.

“Kami menjadi keluarga kedua bagi mereka. Jadi sudah tugas kami untuk terus melakukan pendampingan serta bimbingan sampai mereka terlepas dari kekalutan akan penyakit tersebut sekaligus sangat berharap sebuah keajaiban bahwa mereka bisa terlepas dari penyakit itu,” papar Suwartini.

Dengan mengedepankan konselor muda atau konselor sebaya dalam penanganan remaja bermasalah khusus, Posdaya Jingga meyakini pesan-pesan yang disampaikan bisa lebih terbahasakan dengan baik serta diterima oleh para remaja. Terobosan ini adalah kreatif dan inovatif mengingat selama ini penanganan remaja kerap sulit karena para konselornya memiliki usia terpaut sangat jauh dengan remaja yang bermasalah tersebut. Sehingga terkadang seorang remaja merasa terlalu digurui orang yang lebih tua.

“Saatnya merubah gaya penanganan seperti itu,” kata Suwartini.

Bagi Suwartini, Posdaya adalah jawaban sebenarnya bagi program-program pemberdayaan maupun penanganan masyarakat yang digelontorkan pemerintah belakangan ini. Posdaya menyatukan semua aspek pembangunan manusia Indonesia yang seutuhnya. Bahkan lebih lanjut, menurut Suwartini, Posdaya menjalankan fungsi koordinatif untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan dan keagamaan.

Koordinatif dalam arti, Posdaya adalah konsep. Aplikasinya adalah program-program yang lahir berdasarkan konsep itu sendiri. Posdaya mengkoordinasikan semua aplikasi menjadi solusi. Dengan kata lain, Posdaya bukan sebuah solusi, melainkan sebuah konsep untuk menemukan solusi yang tepat dalam mengentaskan sebuah masalah. Sehingga ketika seseorang bertanya, sudah sejauh mana pencapaian Anda? Artinya, orang tersebut tidak mengerti konsep Posdaya. Karena Posdaya adalah konsep mengatasi permasalahan secara terintegrasi. Pencapaian sebuah Posdaya seperti domino, jika satu masalah sudah dientaskan maka permasalahan lainnya turut serta teratasi dengan sendirinya. Tinggal bagaimana masing-masing pengelola Posdaya memilih, aplikasi mana yang akan dijalankan terlebih dahulu.

Jurnalis: Miechell Koagouw / Editor: Satmoko / Foto: Miechell Koagouw

Lihat juga...