SELASA 6 DESEMBER 2016
SUMENEP — Kondisi gelombang yang semakin besar disertai angin kencang membuat pencarian nelayan tenggelam di perairan Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terpaksa dihentikan. Pihak kepolisian daerah setempat menyarankan agar warga yang akan melakukan penyisiran dengan menggunakan perahu sebaiknya menunggu kondisi cuaca membaik.
![]() |
| Pencarian nelayan tenggelam dihentikan. |
Keberadaan cuaca yang sangat tidak memungkinkan akan dapat membahayakan bagi masyarakat yang tetap memaksakan diri untuk melakukan pencarian terhadap nelayan yang tenggelam. Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama, karena tingginya gelombang yang berkisar antara 2 Meter ditambah angin yang cukup kencang akan mengancam terhadap keselamatan warga yang melakukan pencari dengan menggunakan perahu ke tengah laut.
“Untuk upaya pencarian karena situasianya tidak memungkinkan dan gelombang makin besar sementara dihentikan. Kemudian akan dilanjutkan besok bersama polisi air yang akan melakukan pencarian,” kata AKP Sutrisno, Kapolsek Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Senin (5/12/2016) malam.
Disebutkan, bahwa meskipun sudah kondisi cuaca tidak memungkinkan masih ada sebagian warga yang nekat melakukan penyisiran mencari nelayan tenggelam, tapi mereka hanya menyisir daerah pinggiran saja. Namun bagaimanapun apabila gelombang besar dan angin cukup kencang tetap saja berbahaya, alangkah baiknya tidak terlalu memaksakan demi keselamatan dirinya sendiri.
“Ombak sekitar dua meter dan angin semakin kencang, makanya kami menyarankan pencarian harus dihentikan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Sebab jika dipaksakan khawatir akan memakan korban lagi,” jelasnya
Pihaknya berharap kondisi cuaca diperairan daerah ini segera membaik, supaya pencarian terhadap nelayan dapat berjalan lancar hingga nantinya dapat menemukan korban.
Sekedar diketahui tenggelamnya salah seorang nelayan terjadi pada hari Senin (5/12/2016) sekitar pukul 14.00 WIB, di mana para nelayan yang sedang menghiasi perahunya melompat menyelamatkan diri dengan membawa drum untuk bisa berenang ke bibir pantai. Saat itu korban hilang bernama Musahwi (50) terpisah dengan kedua temannya yaitu, Edi Masyanto (22) yang merupakan anak korban dan Abdurrahman (55), keduanya berhasil menyelamatkan diri hingga tiba di bibir pantai.
Jurnalis: M. Fahrul/Editor: Irvan Sjafari/Foto: M. Fahrul