Sabtu, 10 Desember 2016
LOMBOK — Lambannya distribusi pupuk pertanian, dikeluhkan sebagian petani di Lombok. Sejumlah petani, khususnya di Pulau Lombok bagian selatan, hingga sekarang belum mendapatkan pupuk, karena belum tersedia di gudang.
![]() |
| Sejumlah petani di Lombok mulai menanam padi |
“Pendistribusian setiap tahun selalu lambat, termasuk tahun ini. Padahal, tanaman padi sudah berumur dua mingguan lebih dan sedang membutuhkan pemupukan” kata Kurniawan, petani di Desa Mangkung, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (10/12/2016).
Akibatnya, proses pemupukan tanaman padi menjadi lamban. Padahal pembelian melalui kelompok tani sudah dilakukan jauh sebelum musim tanam tiba, tapi tetap saja pendistribusian mengalami keterlambatan.
Zulyadaini, petani lain Desa Banyu Urip mengaku hawatir, jika keterlambatan pemupukan akan mempengaruhi kualitas pertumbuhan tanaman padi. “Apalagi saat ini tanaman padi memang sedang sangat membutuhkan pemupukan, termasuk penyemprotan pestisida, agar tidak diserang hama penyakit” ucapnya.
Sementara itu, penjual pupuk dan obat-obatan pertanian di Desa Banyu Urip, menjelaskan, pendistribusian pupuk sebenarnya tidak mengalami keterlambatan. Hanya saja, setiap pupuk yang datang ke gudang memang selalu habis.
“Satu kali pendistribusian ke sini 7 – 8 Ton, tapi selalu habis karena tingginya kebutuhan petani akan pupuk dan pemakaian yang berbarengan, sehingga harus antri”, ujarnya.
Untuk diketahui harga pupuk jenis Urea sebanyak 1 Kwintal saat ini seharga Rp. 205.000. Sementara untuk pupuk hitam jenis ZA harganya mencapai Rp. 225.000.
Jurnalis : Turmuzi / Editor : Koko Triarko / Foto : Turmuzi