67 Kali Gempa Susulan di Aceh, BNPB Imbau Warga Tetap Tenang

Sabtu, 10 Desember 2016
JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menyatakan, hingga kini setidaknya telah terjadi sekitar 67 kali gempa susulan sejak gempa besar berkekuatan 6,5 Skala Richter (SR) yang mengguncang wilayah Pidie Jaya, Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Rabu (7/12/2016), lalu.
Warna merah merupakan tanda wilayah paling parah terkena gempa kekuatan 6,5 SR di Aceh.
Namun demikian, BNPB berulang kali mengimbau dan menyampaikan pesan kepada warga masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah Provinsi Aceh, untuk tetap tenang dan tidak perlu khawatir, namun juga tetap waspada. BNPB menilai, terjadinya gempa susulan berulang kali itu merupakan hal yang wajar dan biasa terjadi setelah gempa bumi dengan kekuatan menengah.
Demikian pernyataan resmi yang disampaikan langsung Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (10/12/2016), saat dikonfirmasi wartawan terkait kabar terkini perkembangan penanganan dan penanggulangan bencana pasca gempa bumi dahsyat yang melanda sebagian wilayah Kabupaten di Provinsi NAD tersebut.
“Menurut data BMKG maupun BNPB, sejak gempa pertama yang terjadi pada Rabu lalu hingga Sabtu dini hari tadi, setidaknya telah terjadi sekitar 67 kali gempa susulan dengan intensitas yang lebih kecil dan semakin melemah. Kejadian gempa susulan tersebut merupakan sesuatu yang wajar dan normal, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Jadi, kami mengimbau agar warga masyarakat, khususnya di wilayah Aceh, tetap tenang dan tidak panik, namun harus tetap waspada,” kata Sutopo.
BNPB juga melaporkan secara resmi, hingga Sabtu (10/12/2016) Pukul 09:00 WIB jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah Kabupaten di Provinsi Aceh diperkirakan sekitar  101 orang, sedangkan korban luka berat sekitar 139 orang, dan korban luka ringan sekitar 718 orang.
Sementara jumlah warga yang mengungsi akibat terdampak gempa bumi di Aceh setidaknya telah mencapai sekitar 45.329 orang.  Jumlah rumah rusak diperkirakan sekitar 11.668 bangunan, ditambah dengan kerusakan sebanyak 25 bangunan sekolah, 152 bangunan masjid, 157 bangunan ruko dan sebuah bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat yang sudah roboh.
BNPB hingga saat ini telah mendirikan sebanyak 10 tenda posko darurat pengungsian yang dilengkapi dengan 10 genset, masing-masing berkapasitas 2.800 Watt. Selain itu, BNPB juga telah mengirimkan berbagai macam bantuan dengan total nilai mencapai Rp. 3,5 Miliar, yang diangkut menggunakan pesawat kargo dari Lapangan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menuju Banda Aceh.

Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : Koko Triarko / Foto : Eko Sulestyono

Lihat juga...