RABU, 21 DESEMBER 2016
SUMENEP — Bekerja sebagai nelayan, tak semudah yang dibayangkan. Terlebih jika hanya mengandalkan alat rumpon yang dibuat oleh para nelayan tradisional. Ditambah lagi, ketika kondisi cuaca buruk cukup panjang seperti yang sedang terjadi sekarang. Tak jarang, uang hasil melaut yang telah dikumpulkan sebelumnya harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama keluarga.
| Nelayan di Sumenep tak bisa melaut karena cuaca buruk. |
Pada musim kali ini, para nelayan di Desa Semaan, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, harus menganggur dalam waktu lama. Pasalnya, cuaca buruk yang melanda perairan daerah setempat tak kunjung membaik. Jika kondisi demikian terjadi dalam kurun waktu lebih panjang, penghasilan yang telah dikumpulkan selama menjalankan aktivitas melaut sebelumnya akan habis untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bahkan, bisa saja harus menghutang ketika simpanan yang ada ternyata tak mencukupi.
“Pada musim cuaca buruk ini, kami terpaksa mengeluarkan uang yang sudah ditabung dari sebelumnya untuk digunakan memenuhi kebutuhan bersama keluarga. Menjadi nelayan memang tidak mudah, apalagi ketika kondisi cuaca sedang tidak bersahabat seperti saat ini,” jelas Aut Dani (30), nelayan asal Desa Semaan, Kecamatan Dasuk, Rabu (21/12/2016).
Disebutkan, bermata pencaharian sebagai nelayan merupakan jalan satu-satunya yang mereka bisa lakukan. Pasalnya, untuk beralih ke pekerjaan lain, mereka tidak memiliki kemampuan dan keterampilan, sehingga sangat sulit mencari pekerjaan alternatif di kala kondisi cuaca buruk. Sementara, kebutuhan sehari-hari bersama keluarga tetap sama seperti biasa di kala kondisi cuaca sedang normal.
“Ya, sebenarnya ingin mencari pekerjaan lain di daratan, tapi kan tidak mudah, apalagi tidak memiliki keterampilan. Jadi, mau tidak mau pekerjaan menjadi nelayan harus ditekuni dan dijalani dengan sabar,” jelasnya.
Tak jarang ketika pada kondisi cuaca tidak bersahabat seperti kali ini, sebagian dari mereka memaksakan diri melaut, meski hasil yang diperoleh tidak akan memuaskan. “Bahkan banyak nelayan ngutang ketika sudah lama tidak melaut, nanti bila sudah mendapatkan hasil tangkapan ikan setelah kondisi cuaca membaik baru melunasinya. Kadang juga uang yang diperoleh dari hasil melaut hanya cukup untuk bayar hutang selama tidak melaut pada saat kondisi cuaca buruk,” pungkasnya.
Jurnalis : M. Fahrul / Editor : Koko Triarko / Foto : M.Fahrul