Melalui Tabur Puja, Posdaya Jingga Kembangkan Kuliner Kue Melon

MINGGU, 25 DESEMBER 2016

JAKARTA — Program Tabur Puja atau Tabungan Kredit Pundi Sejahtera adalah sebuah cara memberdayakan aspek wirausaha masyarakat secara kolektif dalam bentuk simpan pinjam. Posdaya Jingga di Gang Abah Nomor 41, RT 05, RW 05, Kelurahan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menjalankan program ini dengan cukup baik. Para anggota Posdaya Jingga membentuk kelompok-kelompok kecil untuk kemudian secara bersama-sama memberdayakan diri dan kelompoknya masing-masing lewat keikut-sertaan dalam Tabur Puja.
Enny (hijab coklat) melakukan pembayaran iuran Tabur Puja.
Enny Sumartini adalah Koordinator Kelompok I di wilayah kerja Posdaya Jingga. Ia menggerakkan sekitar 10-25 orang ibu-ibu PKK yang ikut program Tabur Puja. Enny dan kelompoknya memilih bergerak di bidang kuliner, yakni usaha jual kue basah, nasi uduk, lontong, pastel dan sebagainya. 
“Kelompok saya ini isinya ibu-ibu PKK, sehingga pastinya sebagian besar ikut program simpan-pinjam Tabur Puja dan menggalakkan usaha kuliner kue basah secara bersama-sama. Berkembangnya pos-pos usaha ke jenis kuliner lainnya adalah ide-ide yang berkembang selanjutnya seiring perjalanan kami semua,” terang Enny, kepada Cendana News saat ditemui di Posdaya Jingga, pekan ini.
Masing-masing koordinator kelompok bertanggung-jawab terhadap kelangsungan kegiatan kelompoknya. Fungsi kontrol dan pemberdayaan dilaksanakan secara bersamaan oleh koordinator dengan mengedepankan azas musyawarah untuk mufakat. Artinya, apapun kegiatan yang dilaksanakan adalah hasil keputusan bersama, dan masalah apapun yang timbul nantinya juga adalah tanggung-jawab bersama untuk mencari solusinya.
“Memang kendalanya adalah harus memiliki formula yang tepat untuk menyatukan beragam isi kepala yang ada di dalam kelompok. Namun, sejauh ini semua berjalan baik. Pembayaranpun berjalan dengan baik tanpa kendala. Kuncinya ya itu tadi, fungsi kontrol dan memecahkan setiap masalah secara bersama-sama,” tambah ibu yang juga aktif sebagai pelaku seni gambang kromong ini.
Melalui program Tabur Puja dengan pinjaman rata-rata Rp. 2 Juta setiap anggota, Kelompok I Posdaya Jingga mengembangkan wirausaha kuliner Kue Melon. Kue tersebut dibuat dari tepung terigu yang diformulasikan menjadi dadar gulung. Selanjutnya diisi larutan santan, susu dan sari melon (fla) ditambah daun suji, lalu dimasukkan dalam cetakan serabi untuk dikukus. Begitulah cara sederhana Kelompok I Posdaya Jingga membuat Kue Melon.
Salah satu ciri khas kue-kue basah maupun kuliner lain yang dibuat Kelompok I ini adalah menjaga makanan tetap segar. Artinya, jika ada pemesanan untuk acara di siang atau sore hari, kue dibuat sejak pagi.
“Pemesanan yang datang masih sebatas dari sekitar RW 05 dan beberapa RW lainnya di sekitar kami. Contohnya, kegiatan RT dan RW dan kegiatan ibu-ibu PKK. Bahkan, mulai berkembang dengan melayani pemesanan dari luar untuk acara-acara tertentu,” kata Enny.
Enny Sumartini
Dengan menjaga kualitas dan kesegaran kue basah yang dihasilkan, dan terus mempromosikan kegiatan mereka kepada masyarakat, akhirnya banyak warga yang sudah mengetahui kegiatan wirausaha dari Kelompok I Posdaya Jingga. Sehingga jika ada kegiatan atau acara, pemesanan Kue Melon kerap diterima ibu-ibu Kelompok I Posdaya Jingga.
Harapan ke depan, Enny dan rekan-rekannya bisa menguatkan ciri khas kuliner mereka berupa Kue Melon sebelum masuk ke tingkatan jenis kue lainnya. Jika ada yang ingin makan kue melon, maka ingatan langsung tertuju kepada Kelompok I Posdaya Jingga. Begitu kira-kira maksud Enny. Dengan demikian, kalau usaha bisa lancar, tentunya program Tabur Puja dapat berjalan dengan baik tanpa kendala apapun.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : Koko Triarko / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...