YOGYAKARTA — Nama lengkapnya Jaya Purnama. Ia biasa dipanggil Jaya. Meski tak pernah sekalipun mengenyam pendidikan khusus melukis, lelaki berumur 43 tahun ini begitu piawai menorehkan cat dan tinta di atas kanvas. Sejumlah karya lukisannya bahkan telah sampai hingga ke luar negeri seperti Taiwan dan Eropa.
Seniman lukis wajah Jaya Purnama
Jaya merupakan salah seorang seniman lukis wajah yang sehari-hari membuka kios galeri di sekitar kawasan Kampus Universitas Gajah Mada, Sagan, Yogyakarta. Selama belasan tahun, lelaki lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Jurusan Kimia ini, menekuni usaha lukis wajah secara otodidak. Berbagai macam wajah tokoh nasional seperti Soekarno, Soeharto, Gus Dur hingga Jokowi pernah dilukisnya.
“Saya juga pernah diminta melukis wajah secara langsung oleh Gus Sholeh. Waktu itu, saya diundang ke Pondok Pesantren Tebu Ireng untuk melukis wajah Gus Dur, Kyai Wachid Hasyim, Kyai Hasyim Ashari, Yaser Arafat, termasuk wajah Gus Soleh sendiri, ” ujarnya saat ditemui Cendana News, Minggu (25/12/2016).
Warga asli Sagan, Gondokusuman, Kota Yogyakarta ini juga merupakan perintis usaha kreatif lukis wajah di sekitar kawasan Kampus UGM. Bermula dari idenya itulah banyak warga lainnya, yang semula hanya menjual pigura, akhirnya ikut menawarkan jasa lukis wajah, hingga begitu dikenal hingga saat ini.
“Saya biasa melukis dari foto. Karena lebih mudah dibanding melukis wajah seseorang secara langsung. Yang paling sulit itu menentukan karakter setiap orang yang kita lukis. Karena dari karakter itulah, lukisan akan tampak hidup,” ujarnya.
Untuk bisa membaca karakter wajah seseorang dan menorehkannya ke dalam kanvas, Jaya pun mengaku hanya melakukannya secara naluri. Ia tak pernah belajar secara khusus. Melainkan menggunakan ilmu ‘titen’ atau berdasarkan pengalaman dari waktu ke waktu.
“Untuk melukis satu wajah, sebenarnya 15 menit saja jadi. Namun, tentu hasilnya berbeda jika dikerjakan tidak tergesa-gesa. Biasanya saya menetapkan satu lukisan itu selesai dalam waktu tiga hari. Tarifnya tergantung ukuran dan jenis lukisannya. Satu wajah biasanya saya hargai Rp. 300.000. Dengan garansi jika tidak mirip uang kembali,” ujarnya.
Selain untuk hadiah ulang tahun, preweding, ataupun pernikahan, lukis wajah juga kerap dimanfaatkan sebagai kenang-kenangan. Tak heran, selain mahasiswa ataupun masyarakat umum, sejumlah instansi pun juga kerap memanfatkan jasa Jaya. Yakni, untuk membuat karya lukis wajah sebagai kenang-kenangan pegawai yang memasuki masa pensiun.
“Biasanya dalam satu hari, saya mengerjakan sekitar 2-3 lukisan. Saat momen tertentu seperti hari valentine atau bulan baik di mana banyak orang yang menggelar hajatan pernikahan, pesanan lukisan biasanya juga akan meningkat, ” pungkasnya.
Jurnalis : Jatmika H Kusmargana / Editor : Koko Triarko / Foto : Jatmika H Kusmargana