JUMAT, 23 DESEMBER 2016
WAIKABUBAK — Dandim 1613 Sumba Barat dalam tatap muka bersama masyarakat usai apel memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional tahun 2016 menekankan,menanam pohon penting tapi yang terpenting dipelihara.
![]() |
| Penanaman pohon secara simbolis usai apel peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional 2016. |
Dalam rilis yang diterima Cendana News, Dandim Sumba Barat Letkol Inf. Fifin Zudi Syaifuddin, SPd, menekankan, agar penanaman pohon jangan hanya sekadar seremonial saja. Tapi harus ada tindak lanjutnya agar pohon tersebut bisa tumbuh dan berkembang.
“Peringatan seperti ini boleh-boleh saja, tetapi jangan sekadar acara serimonial saja tapi pelaksanaan harus kita terapkan. Penanaman pohon gampang tetapi memelihara dan menjaganya yang jauh lebih penting,” tegasnya.
.
Dikatakannya, TNI dalam taktik perang membutuhkan lindung tinjau dan lindung tembak karena itu para prajurit sangat membutuhkan pohon untuk berlindung.Pohon juga sangat penting menahan laju air dan erosi.
Adanya hutan, kata Dandim Fifin, mampu membuat lebih banyak air yang terserap ke dalam tanah 60 sampai 80 persen. Dengan kemampuan ini, keberadaan pohon dapat meningkatkan cadangan air tanah serta berfungsi menjaga kesuburan tanah.
“Air hujan yang langsung jatuh ke tanah dapat menyebabkan lapisan tanah bagian atas yang berhumus dan subur menjadi tergerus sehingga mengakibatkan menurunnya kesuburan tanah.” terangnya. Bila permukaan tanah banyak ditanami pohon, sebut Dandim Fifin, saat hujan turun, butir-butir airnya tidak langsung menimpa permukaan tanah, tetapi ditahan daun, ranting, dan batang pohon, sehingga mengurangi gaya gerus air terhadap tanah. Pohon juga dapat menghasilkan oksigen dan mengurangi karbondioksida serta membuat lingkungan menjadi nyaman dimana lingkungan yang rindang dan banyak ditumbuhi pepohonan akan terasa lebih sejuk, mencegah kebisingan, dan kepanasan serta menambah indah pemandangan.
“Menanam pohon dapat mengurangi zat pencemar udara sebab asap dari kendaraan bermotor, pabrik dan lainnya sangat berbahaya bagi kesehatan manusia,” terangnya.
Dandim Sumba Barat ini juga berharap agar masyarakat tidak membakar hutan atau lahan pertanian dan juga harus peduli terhadap lingkungan agar tidak terjadi bencana alam, longsor, banjir dan lainnya.
TNI pun jelasnya, mendapat perintah untuk menjaga hutan dan membasmi penebangan pohon dan perdagangan kayu ilegal. Dirinya juga mengimbau supaya ternak juga harus dikandangkan agar tidak merusak lingkungan dan tidak menganggu orang lain.
“Karena itu saya harapkan untuk pemerintah dan masyarakat bisa bekerjasama dalam memelihara lingkungan dan hutan yang kita miliki,” pungkasnya.
Apel peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional 2016, HUT Provinsi NTT, HUT Kabupaten Sumba Barat, Hari Kesetiakawanan Nasional, dan sekaligus Hari Ibu itu berlangsung di lapangan Kantor Desa Patiala Dete, Kecamatan Lamboya Barat, dipimpin Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole.
Kegiatan yang mengusung tema Pohon dan Hutan Rakyat untuk Kehidupan Kesejahteraan dan Devisa Negara ini, selain dihadiri Bupati Sumba Barat, dan Dandim 1613 Sumba Barat, juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Sumba Barat, perwakilan Kajari Waikabubak, Kepala Pengadilan Negeri Waikabubak, Staf Ahli dan para asisten bupati, pimpinan SKPD, Kasdim 1613 dan Pasiterdim 1613 Sumba Barat, pimpinan BUMN dan BUMD, Camat Lamboya Barat, Plt. Danramil 04/Lamboya, Kapolsek Lamboya, dan Kepala Desa serta masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan bibit atau anakan Cendana dan Gaharu oleh Bupati Sumba Barat kepada perwakilan masyarakat. Dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis oleh Bupati, Dandim Muspida, serta masyarakat.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary