JUMAT, 16 DESEMBER 2016
JAYAPURA — Bukti Papua tetap utuh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terlihat dengan hadirnya ribuan masyarakat dalam upacara memperingati hari Bela Negara ke-68 di pintu gerbang lintas batas, Skouw, Muara Tami, Kota Jayapura perbatasan RI-PNG, Jumat (16/12/2016).
| Pembentangan bendera Merah Putih di Skouw, perbatasan RI-PNG |
Selain tokoh masyarakat, adat, agama, tokoh pemuda, paguyuban dari berbagai daerah, juga hadir Kakorda Kemhan RI, Brigjen TNI Andreas Pong Bija, Sekda provinsi Papua Hery Dosinain, Wakakorda Kemhan provinsi Papua Kolonel Inf Sahala Simatupang, staf Kemhan provinsi Papua Kolonel laut P Bagus Wibawa, Komandan Satgas Pamtas Yonif 122 Tombak Sakti Letkol Inf Kohir, jajaran Kodim 1701 Jayapura dan seluruh instansi terkait yang ada di perbatasan RI-PNG.
Sekda Provinsi Papua, Hery Dosinaen yang bertindak sebagai inspektur mengatakan sejarah telah mencatat bahwa perjuangan untuk mempertahankan dan membela dan menjaga ekstensi kedaulatan NKRI. Dirinya mewakili Gubernur Papua, Lukas Enembe meminta maaf upacara yang selayaknya dilaksanakan Senin (19/12/2016) terpaksa dimajukan lantaran dihari tersebut merupakan hari libur sesuai surat edaran dari Gubernur.
“Kita dengar, baca dan kita tulis berbagai tantangan yang kita hadapi sekarang di pemerintahan negara kesatuan RI, untuk itu kami Papua di bagian timur harus membuktikan bahwasannya Papua harus tentram, aman dan damai,” kata Hery.
Menurutnya, semua yang bertugas harus mengemban tugas sesuai dengan tupoksi dan fungsi masing-masing demi satu kesatuan, satu gerakan dan satu langkah di NKRI.
“Menteri pertahanan telah mengukuhkan kader Bela Negara yang ada saat ini mengikuti upacara dan Kader bela Negara merupakan wajah yang harus ditampilkan bahwa Papua siap membela NKRI,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga berikan apresiasi kepada Satgas Pamtas Yonif 122/TS yang bertugas di perbatasan menjaga daerah ini, selalu melakukan koordinasi dengan masyarakat, instansi daerah, kepala suku di perbatasan agar tercipta situasi tentram, aman dan damai.
“Semuanya satu kerukunan, satu Bhineka Tunggal Ika dan mari sama-sama kita menggandengkan tangan khususnya di Papua untuk membuktikan bahwasanya kita mandiri dan sejahtera dalam NKRI,” tuturnya.
Sementara Komandan Satgas Pamtas Yonif 122/TS, Letkol Inf Kohir mengatakan, satuannya terus membangun dan memelihara komunikasi kepada masyarakat yang ada diperbatasan, tak hanya itu satuan tingkat bawah terus membina dalm hal pemberian bekal bela Negara.
“Saya lihat Sekda cukup terharu atas pelaksanaan acara ini, karena di hadapannya adalah para Kader Bela Negara yang siap menjaga kedaulatan NKRI di ujung Indonesia timur,” kata Letkol Inf Kohir.
| Sekda provinsi Papua Hery Dosinaen berikan arahan kepada seluruh kader bela negara di perbatasan RI-PNG |
Selain dilakukan upacara, juga digelar pertunjukan seni Calung dari Jawa Barat, pencak silat dan diakhiri dengan pembentangan Bendera Merah Putih oleh seluruh peserta upacara dan undangan yang hadir.
Jurnalis : Indrayadi T Hatta / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Indrayadi T Hatta