JUMAT, 16 DESEMBER 2016
MALANG — 80 karya fotografi hasil jepretan dari 20 pengkarya anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Fotografi Mahasiswa Teknik (UKM FORMAT) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dipamerkan dalam gelaran acara pameran ‘Titik Nol’. Acara pameran yang digelar selama empat hari (14-17/12/2016) ini berlangsung di Aula kampus ITN, jalan Bendungan Sigura-gura.
![]() |
| Sepuluh besar foto terbaik Photo Contest |
“Pameran dengan tema Titik Nol ini sebenarnya merupakan salah satu rangkaian dari acara FORMAT Photo Festival yang dihelat dalam rangka hari jadi UKM FORMAT ke-17,” jelas Ketua Pelaksana, Bambang kepada Cendana News, Jumat (16/12/2016).
Menurutnya, tema tersebut diambil sebagai kilas balik perjalanan FORMAT dari awal hingga sekarang di usianya yang telah menginjak 17 tahun.
“Tema Titik Nol ini kami maknai sebagai momentum titik balik dari perjalanan panjang FORMAT ITN dalam berproses hingga sampai sekarang. Selain itu juga sebagai refleksi untuk berbenah agar menjadi lebih baik untuk ke depannya,” ungkapnya.
![]() |
| Workshop Vandyke |
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dalam acara FORMAT Photo Festival yang baru pertama kali di helat ini tidak hanya ada pameran tetapi juga ada seminar dan workshop.
“Untuk seminar kami megundang pembicara yakni Muhammad Fadli serta Edy Purnomo dari Panna Foto Institute. Sedangkan untuk workshop kami mendatangkan Irwandi dari Institut Seni Imdonesia (ISI) Yogyakarta sebagai pembicara,” urainya.
Selain itu juga ada lomba foto melalui media instagram dengan hastag ‘Bangkit dan Bergerak’. Ia menyampaikan, karena lomba foto tersebut dilakukan melalui instagram jadi siapa saja bisa mengikutinya dan nanti pengumuman pemenang tiga besarnya akan diumumkan besok, 17 Desember 2016 sekaligus acara penutupan.
![]() |
| Salah satu karya dalam pameran Titik Nol |
“Kami berharap, dengan adanya kegiatan ini bisa menambah pengetahuan dari para pecinta dunia fotografi melalui pameran, seminar dan workshop yang kita selenggarakan. Untuk ke depannya semoga acara ini bisa di rutin diadakan minimal setahun sekali,” pungkasnya.
Jurnalis : Agus Nurchaliq / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Agus Nurchaliq

