Fahri Hamzah: Diusir Warga Kebon Jeruk Saat Blusukan, Ahok Sebaiknya Mundur Sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta

KAMIS 3 NOVEMBER 2016
JAKARTA—Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah prihatin dengan aksi pengusiran masyarakat terhadap calon petahana Basuki Tjahja Purnama (Ahok) saat blusukan di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat (2/11) kemarin. Menurut Fahri, hal itu semakin menunjukkan bahwa secara fakta, rakyat tidak menerima pernyataan Ahok yang Menghina Agama Islam.

Fahri Hamzah


“Saya melihat disini pernyataan kontroversial itu semakin membebani Ahok sebagai calon gubernur petahana dan ini bisa menjalar ke orang lain,” Kata Fahri di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis, (3/11/2016).

Penistaan Agama oleh Ahok, dilakukan menjelang kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017. Ini semua menjadi akumulasi ketersinggungan dan kemarahan sebagian umat Islam yang karena ucapan-ucapan Ahok yang juga sering menyinggung agama secara tidak pada tempatnya.

Oleh karena itu, kata Fahri, supaya tidak menjadi beban semua orang, dirinya berharap Ahok segera mundur sebagai calon gubernur DKI Jakarta, guna menjalani proses hukum di Bareskrim Polri.

Fahri melanjutkan, jika Ahok, mundur, di situlah dia menjadi gentlemen karena mau membayar kesalahan dirinya sendiri. Dan juga tidak membebani orang lain terutama presiden, sehingga masalah semua menjadi ringan.

“Ahok harus menyadari itu, akibat ucaoanya menimbulkan kegaduhan,” imbuhnya..

Menurut Fahri masalah ahok tersebut menyebabkan timbulnya potensi disintegrasi, kerawanan sosial. Sebagai pejabat publik mestinya sikap Ahok yang berani menggunakan hal-hal yang seharusnya berada ruang privasi, tidak digunakan untuk dibicarakan di ruang publik. Bahkan, dalam sejarah, tak seorang pejabat publik di Indonesia pun yang berani menggunakan Surat Al  Maidah 51 untuk kepentingan politiknya.

“Semua pejabat publik paham benar mana hal-hal yang bersifat privasi seperti masalah agama tidak boleh karena itu terlalu sensitif digunakan di ruang publik,” tandasnya.

Meski demikian, sikap Ahok terus menantang meski sudah melakukan kesalahan. Bahkan, jika dirinya jadi tersangka dia akan melawan semua Indonesia.

“Jadi, lebih baik Ahok mundur dari sebagai Wagub DKI, Untuk menjalani proses hukum,” tutup Fahri.

Jurnalis: Adista Pattisahusiwa/ Editor: Irvan Sjafari/Foto: Adista Pattisahusiwa

Lihat juga...