![]() |
| Kepala Badan Lingkungan Hidup Pegang Piala Adipura Paripurna |
Tren
- Dominasi Pengelola SPPG vs Keadilan Sosial
- KDMP: Pangan, Transmigrasi dan Daerah 3T
- MBG Watch: Platform Pengawasan Digital
- KDMP: Offtaker dan Penggilingan Padi
- MBS Yogyakarta Gelar Ta’aruf Akbar, Perkenalkan Potensi Pesantren dan Santri dari Seluruh Indonesia
- Kasus Jaksa Febri: Cukup Dua Alat Bukti atau Wajib Diperiksa?
- KDMP & Centralized Financial Reporting System
- Eks Jampidsus Febri, Cacat Kewenangan dan Sprindik Baru
- Presiden Prabowo dan Teori “Bocor”
- Supaya Rabi Bukan Seloroh, Cicipilah Serabi di Dapur Yu Saroh: Ketika Mitos Jawa, Serat Centhini, dan Harumnya Serabi Dapur Yu Saroh Menyatu dalam Sepiring Kebahagiaan
SELASA, 2 AGUSTUS 2016
BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan melayangkan surat protes dan klarifikasi ke tim juri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan karena empat sekolah telah gagal memperoleh piala Adiwiyata. Surat protes itu dilayangkan karena Badan Lingkungan Hidup Kota menilai adanya salah persepsi dari tim juri dan Dewan Pertimbangan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait kriteria 10 sekolah. Kepala Badan Lingkungan Hidup Suryanto berpendapat, ada perbedaan persepsi ditingkat pusat.
“Kita tidak salahkan sekolah makanya pak wali diikutkan sekolahnya di acara penyambutan ini. Karena pak walikota tahu persis tapi karena ada kesalahan di salah satu kriteria dewan juri pusat,” tandasnya, Selasa (2/8/2016).
Ia menyebutkan keempat sekolah Balikpapan itu dinilai telah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan panitia Dewan Pertimbangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Untuk itu, pihaknya melayangkan surat protes. untuk diketahui, bahwa Penghargaan Adiwiyata adalah penghargaan yang diberikan kepada sekolah-sekolah yang dinilai berhasil mendidik siswa menjadi individu yang bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup.
Penilaian Adiwiyata didasarkan pada empat kriteria yakni pengembangan kebijakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, pengembangan kurikulum berbasis lingkungan, pengembangan kegiatan berbasis partisipatif dan pengelolaan dan pengembangan sarana pendukung sekolah.
Sementara itu, ada lima sekolah yang diajukan kota Balikpapan agar mendapatkan Adiwiyata Mandiri namun karena ada perbedaan persepsi hanya satu sekolah saja yang lolos yakni SD 013.(Ferry Cahyanti)
Selanjutnya
Lihat juga...