Balikpapan Protes ke Pusat, Empat Sekolah Gagal Meraih Piala Adiwiyata

SELASA, 2 AGUSTUS 2016

BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan melayangkan surat protes dan klarifikasi ke tim juri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan karena empat sekolah telah gagal memperoleh piala Adiwiyata. Surat protes itu dilayangkan karena Badan Lingkungan Hidup Kota menilai adanya salah persepsi dari tim juri dan Dewan Pertimbangan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait kriteria 10 sekolah. Kepala Badan Lingkungan Hidup Suryanto berpendapat, ada perbedaan persepsi ditingkat pusat. 

Kepala Badan Lingkungan Hidup Pegang Piala Adipura Paripurna
“Kita tidak salahkan sekolah makanya pak wali diikutkan sekolahnya di acara penyambutan ini. Karena pak walikota tahu persis tapi karena ada kesalahan di salah satu kriteria dewan juri pusat,” tandasnya, Selasa (2/8/2016).
Ia menyebutkan keempat sekolah Balikpapan itu dinilai telah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan panitia Dewan Pertimbangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Untuk itu, pihaknya melayangkan surat protes. untuk diketahui, bahwa Penghargaan Adiwiyata adalah penghargaan yang diberikan kepada sekolah-sekolah yang dinilai berhasil mendidik siswa menjadi individu yang bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup.
Penilaian Adiwiyata didasarkan pada empat  kriteria yakni  pengembangan kebijakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, pengembangan kurikulum berbasis lingkungan, pengembangan kegiatan berbasis partisipatif dan pengelolaan dan pengembangan sarana pendukung sekolah.
Sementara itu, ada lima sekolah yang diajukan kota Balikpapan agar mendapatkan Adiwiyata Mandiri namun karena ada perbedaan persepsi hanya satu sekolah saja yang lolos yakni SD 013.(Ferry Cahyanti)
Lihat juga...