Gunungkidul Suplai 30 Persen Kebutuhan Beras DI Yogyakarta

SABTU, 30 JULI 2016

YOGYAKARTA — Jika selama ini Kabupaten Gunungkidul dikenal kering dan gersang, namun beberapa tahun ini justru menyuplai 30 Persen kebutuhan beras di DI Yogyakarta. Sementara untuk beragam komoditas palawija, Gunungkidul bahkan menyuplai 70 Persen kebutuhan. 
Foto bersama petani
Pada setiap musim kemarau, Kabupaten Gunungkidul acapkali diberitakan mengalami kekeringan. Namun, hal demikian bukan berarti Gunungkidul sama sekali tak bisa berkontribusi di bidang pertanian. Dengan berbagai upaya serius dan penerapan teknologi pengolahan lahan pertanian, Gunungkidul mampu menjadi salah satu penyuplai kebutuhan beras dan palawija di Yogyakarta. Bahkan, pertanian di Gunungkidul menjadi penyangga penting kebutuhan pangan di Yogyakarta, selain kabupaten lain yaitu Sleman, Bantul dan Kulonprogo.
Hal demikian terungkap dalam temu tani bersama Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Hediati Soeharto, dalam rangka penyerahan bantuan traktor roda dua bagi 28 petani di Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (30/7/2016). 
Penyerahan bantuan alsintan bagi 28 petani Gunungkidul itu, secara simbolis dilangsungkan di Joglo Pendopo Memorial Jenderal Besar HM Soeharto di Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul.
Selain karena keterbatasan waktu dan padatnya kegiatan kerja reses, Titiek Soeharto mengatakan, pelaksanaan penyerahan bantuan Alsintan di Kemusuk juga karena warga petani Gunungkidul ingin melihat koleksi sejarah Soeharto, yang tersimpan di memorial yang populer disebut Museum Pak Harto tersebut.
Penyerahan bantuan alsintan dihadiri Staf Dinas Pertanian Dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul, Suroto, yang mewakili Kadinas Pertanian Gunungkidul yang berhalangan hadir. Suroto dalam sambutannya mengatakan, bantuan traktor sebanyak 28 unit itu merupakan bagian dari 50 unit bantuan traktor yang sedianya akan diserah-terimakan kepada petani Gunungkidul. 
“Namun, karena kendala administrasi, 22 traktor lainnya terpaksa ditunda penyerahannnya,” ujarnya.
Penyerahan Alsitan secara simbolis
Sementara itu dalam paparannya, Suroto menyebut jika sekarang ini potensi pertanian di Gunungkidul cukup besar. Dengan luas wilayah hampir separuh dari luasan wilayah DI Yogyakarta, lahan pertanian di Gunungkidul menjadi lebih luas dibanding luas lahan pertanian di kabupaten lain di Yogyakarta. 
“Lebih luasnya lahan pertanian di Gunungkidul juga disebabkan oleh lahan pertanian di wilayah Sleman dan Yogyakarta yang kian banyak beralih fungsi menjadi bangunan,” ujarnya.
Diakui Suroto, Kabupaten Gunungkidul memang merupakan daerah kering. Namun tidak semua daerah kemudian sama sekali tak memiliki sumber air. Menurut Suroto, bagian yang paling mengalami sulit air adalah daerah pesisir pantai. Sedangkan, Gunungkidul di bagian utara dan tengah masih cukup sumber air. Dengan memanfaatkan lahan tadah hujan, padi juga bisa diproduksi dengan baik. Sementara, ubi kayu, kedelai dan kacang tanah menjadi komoditi andalan palawija dari Gunungkidul.
Dengan potensi besar pertanian itulah, berbagai bantuan Pemerintah seperti alat dan mesin pertanian sangat dibutuhkan. Untuk itu, pun Titiek Soeharto terus akan memperhatikan keberadaan petani di Gunungkidul, melalui berbagai program priotitas bidang pertanian. 
[Koko Triarko] 
Lihat juga...