Fadli Zon : Kudeta Turki Merupakan Penistaan Terhadap Nilai Demokrasi

SENIN, 18 JULI 2016

JAKARTA—Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengatakan bahwa gejolak politik yang terjadi di Turki dengan adanya upaya melakukan kudeta militer terhadap pemerintahan yang sah, jelas melanggar nilai-nilai demokrasi.

Menurutnya, dinamika politik yang ada, semestinya dilakukan secara damai dan konstitusional sesuai dengan prinsip demokrasi, dengan mengutamakan kepentingan rakyat Turki. Sebab, upaya kudeta oleh faksi militer terhadap pemerintah Turki tersebut merupakan penistaan terhadap nilai-nilai demokrasi yang telah dianut masyarakat Turki.

“Saya mengutuk keras berbagai upaya kudeta militer di Turki yang ingin menggulingkan pemerintahan yang sah, ”ujar Fadli di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Senin, (18/7/2016).

Untuk itu, Fadli menegaskan bagi semua pihak untuk mengakui pemerintah yang terpilih secara demokratis, agar bisa menghindari kekerasan serta pertumpahan darah. Politisi gerindra ini menyampaikan bahwa Turki adalah negara besar, memainkan peranan penting dalam menjaga stabilitas di level regional dan juga global.

“Jadi saya kira upaya kudeta terhadap pemerintahan yang sah, hanya akan menimbulkan dampak negatif, tidak hanya bagi perkembangan demokrasi di Turki namun juga masyarakat internasional,” paparnya

Lebih jauh, Fadli menilai kudeta tersebut juga akan menganggu kesejahteraan ekonomi rakyat yang baru saja mengalami perbaikan signifikan sejak 13 tahun terakhir.

Disebutkan, kudeta tersebut merupakan tindakan kejahatan kemanusiaan yang mengganggu eksistensi Turki sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim dan telah memberikan konstribusi terhadap inisiatif dialog dan diplomasi.

“Saya berharap umat Islam Indonesia yang berada di Turki dapat menjaga diri dan tidak terpengaruh oleh gerakan kudeta yang ingin merusak tatanan nilai Islam yang sedang berkembang di negara tersebut,” tutupnya. (Adista Pattisahusiwa)

Lihat juga...