JUMAT, 10 JUNI 2016
SOLO — Pemerintah Kabupaten Karanganyar memastikan stok gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram selama ramadhan dan lebaran aman. Ini diketahui setelah melakukan pengecekan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di wilayah Popongan, Karanganyar, Jawa Tengah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi, mengatakan pengecekan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan gas elpiji bersubsidi untuk keperluan selama Ramadhan dan lebaran. Pengecekan gas elpiji ini meliputi jumlah quota yang ada di SPBE, adanya kebocoran tabung serta penimbangan tabung gas elpiji 3 kilogram siap kirim.
“Pengecekan ini untuk memastikan gas bersubsidi untuk masyarakat benar-benar siap dan aman. Dengan ditimbang berat total tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram ini untuk memastikan agar tidak ada kecurangan dengan cara mengurangi takaran gas,” ujar Samsi kepada awak media, Jumat siang (10/6/16).
Dijelaskan lebih lanjut, pengecekan gas bersubsidi dengan cara menimbang dan memasukkan ke dalam air ini untuk mencegah adanya oknum yang tidak bertanggung jawab, karena mengurangi takaran gas secara sengaja. Sebab, sejauh ini kasus mengurangi takaran gas elpiji bersubsidi di Karanganyar beberapa waktu lalu sempat terjadi.
“Ini salah satu langkah kita untuk mengurangi kebocoran gas, jangan sampai ada masyarakat yang dirugikan karena adanya oknum yang memanfaatkan dengan mengurangi takaran gas elpiji,” terangnya.
Samsi juga menekankan, Pemkab Karanganyar juga mengimbau masyarakat lebih jeli dalam membeli gas elpiji dari pangkalan. Yakni dengan terus melakukan cek n ricek akan tabung gas elpiji yang akan dibeli. Jika menemukan tabung gas elpiji yang bocor, pihaknya meminta agar dikembalikan kepada pangkalan agar dapat ditukar di SPBE.
“Dengan catatan, segel gas jangan dilepas dulu. Jika ada tabung yang bocor secepatnya dapat dikembalikan. Kami juga menghimbau agar pangkalan juga mempunyai timbangan sendiri, agar masyarakat yang ingin mengecek dapat langsung di pangkalan,” pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan SPBE Popongan Karanganyar, Wahyu, menyatakan selama ini pengembalian tabung (return) dari masyarakat memang terjadi. Rata-rata pengembalian dari masyarakat per harinya mencapai seratus tabung. Ironisnya, return inilah yang sering dimanfaatkan oknum pangkalan untuk berlaku curang.
“Biasanya oknum pangkalan yang curang, dengan membubuhi tabung gas kosong dengan segel. Ini yang awalnya marak terjadi, namun saat ini sudah banyak berkurang,” pungkasnya. (Harun Alrosid)