Panglima TNI : Pancasila dan UUD 1945 Tidak Dapat Diganti Faham Apapun

KAMIS, 2 JUNI 2016

JAKARTA — Pelaksanaan acara Simposium Nasional Memgamankan Pancasila Dari Ancaman PKI dan Ideologi Lain selama dua hari yang diadakan di Ruang Raffles, Balai Kartini, Jalan Jendral Gatot Subroto, Jakarta Selatan semakin menarik dengan kedatangan beberapa tamu undangan istimewa antara lain Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jendral (Pur) Ryamizard Ryacudu dan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jendral TNI Gatot Nurmantyo.

Setelah Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu selesai berpidato  dalam pembukaan acara Simposium Mengamankan Pancasila hari kedua, tak lama kemudian acara dilanjutkan dengan pidato Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo. Salah satu alasan Panglima TNI bersedia mendatangi cara Simposium Nasional Mengamankan Pancasila karena simposium tersebut penting artinya dalam menjaga keutuhan Pancasila dan UUD 1945 dari ancaman kebangkitan PKI dan ideologi lain.
Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo dalam pidatonya mengatakan “sejarah nasional Indonesia telah membuktikan bahwa Pancasila dan UUD 1945 berulang kali sempat akan dihancurkan oleh ideologi komunis dan ideologi lainnya, namun hingga saat ini Pancasila dan UUD 1945 tetap kokoh dan tegak berdiri, sampai kapanpun Pancasila dan UUD 1946 tidak akan pernah bisa digantikan dengan faham dan ideologi lainnya, itu membuktikan bahwa hanya Pancasila dan UUD 1945 yang paling tepat untuk Bangsa dan Negara Indonesia” katanya dalam Simposium Nasional Mengamankan Pancasila di Jakarta.
“Selain ancaman komunisme, ada beberapa ancaman yang harus kita waspadai, antara lain ancaman neo kolonialisme dan neo liberalisme, selain itu juga ada ancaman krisis energi dan krisis pangan yang sekarang mulai melanda di sebagian penjuru dunia, maka dari itu marilah kita jadikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan hukum dari semua sumber hukum, insya Alloh Bangsa dan Negara Indonesia akan selamat dari berbagai ancaman dalam bentuk apapun baik yang berasal dari dalam negeri maupun ancaman yang berasal dari luar negeri” demikian dikatakan Panglima TNI, Jendral TNI Gatot Nurmantyo, Kamis (2/6/2016).(Eko Sulestyono)
Lihat juga...