Meski Kereta Api Sudah Dekat, Kendaraan Bermotor Tetap Melaju

SELASA, 7 JUNI 2016

JAKARTA — Bisa dikatakan rata-rata kesadaran akan keselamatan dalam berlalu-lintas di Indonesia kebanyakan masih rendah, padahal keselamatan selama mengendarai kendaraan bermotor adalah diatas segalanya, padahal sudah tak terhitung lagi berapa benak korban yang meninggal dunia sia-sia akibat mengabaikan keselamatan selama berlalu-lintas sehari-hari.

Di Ibukota Jakarta misalnya, yang dikenal sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia yang juga dijuluki sebagai kota Megapolitan dengan penduduk diatas 10 juta jiwa tersebut jelas mempunyai beragam permasalahan yang kompleks, termasuk salah satunya kemacetan dan kepadatan kendaraan bermotor serta berbagai macam bentuk pelanggaran dalam berlalu-lintas.
Pelanggaran dalam berlalu-lintas banyak ragamnya, antara sengaja melawan arus/arah, mendahului kendaraan lain lewat sebelah kiri, memutar balik di tempat yang bukan semestinya, menerobos lampu merah dan berhenti di sembarang tempat. Padahal di setiap sepanjang jalan yang dilalui pasti dipasang rambu-rambu lalu lintas dan tanda marka jalan, sebagai petunjuk atau larangan.
Namun diantara semua jenis pelanggaran berlalu-lintas yang paling sering dilanggar adalah kebanyakan pengendara kendaraan bermotor tetap nekat melaju dan menerobos perlintasan jalan Kereta Api (KA), padahal sirine peringatan datangnya kereta sudah dibunyikan. Tak lama kemudian palang pintu perlintasan kereta sebentar lagi akan segera ditutup oleh petugas penjaga yang biasanya letaknya berdekatan.
Pantauan Cendana News, Selasa siang (7/6/2016) di pintu perlintasan kereta dua arah yang terletak tepat di bawah Fly Over Hasyim Asyari, Roxy, Jakarta Pusat, setiap kali sirine tanda kereta akan lewat dibunyikan, semua kendaraan bermotor termasuk para pejalan kaki tetap melintas dengan tenang. Padahal bunyi sirine sangat keras, sehingga dapat didengar dari kejauhan, namun tampaknya mereka seolah-olah tidak memperdulikannya.
Kendaraan dari dua arah yang saling berlawanan tetap saja nekat melaju dan menerobos palang pintu perlintasan kereta yang sebentar lagi akan ditutup, pertanda bahwa akan ada KA yang akan melintasi jalur tersebut. Benar saja, tampak dari kejauhan, sebuah rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek berjalan menyusuri rel kereta dengan kecepatan sedang dari arah Kemayoran menuju Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Untung saja saat KRL tersebut melintas, tidak terjadi kecelakaan, karena palang pintu perlintasan kereta sudah menutup secara sempurna, sehingga tidak satupun kendaraan bermotor yang bisa menerobosnya, kecuali para pejalan kaki. Setelah KRL tersebut melintas, sesaat kemudian pintu pelintasan kereta dibuka kembali sehingga  kendaraan bermotor dapat lalu-lalang seperti kembali seperti biasanya.
“Sebenarnya kami sudah berulang kali memperingatkan, ibaratnya bosan melihat kelakuan pengendara kendaraan bermotor, kalau sirine peringatan sudah berbunyi, berarti sebentar lagi ada KA yang melintas, namun hampir semua pengendara kendaraan bermotor tetap saja nekat melaju dan menerobos palang pintu perlintasan yang sebentar lagi akan ditutup, padahal sudah tak terhitung lagi berapa banyak korban meninggal dunia akibat tertabrak KA, karena mengabaikan tanda peringatan sirine dan menerobos palang pintu” kata Adikusuma, seorang petugas palang pintu perlintasan KA, Selasa (7/6/2016).(Eko Sulestyono)
Lihat juga...