KAMIS, 2 JUNI 2016
JAKARTA — Setibanya di Bandara Tangerang Banten (Soekarno-Hatta), mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kas Kostrad) Mayor Jendral TNI (Pur) Kivlan Zein langsung bergegas melanjutkan perjalanan menuju Ruang Raffles, Gedung Balai Kartini, Jalan Jendral Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Kedatangan Kivlan Zein tersebut dalam rangka mengikuti lanjutan pelaksanaan acara Simposium Nasional Mengamankan Pancasila Dari Ancaman Kebangkitan PKI dan Ideologi Lain yang dilaksanakan selama sejak kemarin selama dua hari, Rabu-Kamis (1-2/6/2016).
Padahal kemarin malam, Rabu (1/6/2016), Kivlan Zein tampak terlihat berada masih berada di kota Yogyakarta, salah satunya untuk menghadiri sebuah undangan acara dalam rangka Tabliq Akbar Milad ke 84 Pemuda Muhammadiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kivlan Zein memang termasuk salah satu panitia pelaksana acara Simposium Mengamankan Pancasila, sedangkan yang bertindak sebagai Ketua Umum Panitia Simposium Nasional Mengamankan Pancasila tersebut adalah mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letnan Jendral TNI (Pur) Kiki Syahnakri.
Saat ditanya para awak media terkait dengan pelaksanaan Simposium Membedah Tregedi Korban Partai Komunis Indonesia (PKI) 1965, Kivlan Zein mengatakan “ngapain Negara dan Bangsa Indonesia repot-repot berencana akan memberikan berbagai fasilitas seperti rekonsiliasi, rehabilitasi dan kompensasi kepada kepada keluarga korban dari pihak PKI, nggak usah aneh-aneh, ya sudah biarkan saja anak keturunan mereka sekarang hidup berdampingan dan sejajar sebagai sesama Warga Negara Indonesia (WNI)” katanya kepada wartawan, Kamis (2/6/2016).
“Kalau memang Pemerintah ingin meminta maaf kepada PKI terkait dengan tragedi 1948 dan tragedi 1965, kenapa gak sekalian saja mereka meminta maaf kepada keluarga korban dari pihak DI/TII, Permesta, PRRI, GAM, RMS atau OPM, kemudian selanjutnya mengapa Pemerintah juga tidak mencoba meminta maaf kepada Belanda yang pernah menjajah nusantara selama 350 tahun serta meminta maaf kepada Jepang yang pernah menjajah negara kita selama 3 tahun” demikian dikatakan Kivlan Zein di Ruang Raffles, Gedung Balai Kartini, Jakarta Selatan.(Eko Sulestyono)