KAMIS, 2 JUNI 2016
BALI — Gerakan Rakyat Indonesia Lawan Narkoba (Gerilya Narkoba) Provinsi Bali mendatangi Kantor BNN Provinsi di Jalan Kamboja Denpasar. Rombongan yang dipimpin oleh Koordinator Gerilya Bali, I Made Suardana bertujuan untuk meminta segera mengumumkan nama seorang anggota DPRD yang sudah dinyatakan positif Narkoba.

“BNN Bali sudah mengambil langkah maju dengan melakukan tes urine terhadap anggota DPRD Bali. Kita menyampaikan apresiasi kepada Kepala BNN Bali Brigjen Putu Gede Suastawa yang telah menyebutkan bahwa ada 4 orang anggota DPRD Bali yang dinyatakan positif,”tegas Suardana di Denpasar, Kamis 2 Juni 2016.
Namun setelah melakukan pendalaman ternyata hanya satu orang yang benar-benar positif narkoba, jenis sabu.
“Sekalipun tidak menyebutkan nama atau inisial, namun BNN sudah menyampaikan ke publik, sehingga menimbulkan kebingungan dan kecurigaan publik terhadap kinerja BNN Bali,”sebutnya.
Terkait dengan hal tersebut, Gerilya Bali meminta agar BNN Bali harus transparan dan akuntabel dalam proses hukum terhadap penyalahgunaan narkoba dengan mengungkap secara terang benderang nama anggota dewan yang positif demi perbaikan perilaku anggota dewan di DPRD Bali.
Gerilya juga meminta agar BNN Bali mengusut tuntas kasus ini sampai ke pengadilan dan keputusan pengadilah yang menentukan bahwa yang bersangkutan direhabilitasi atau tidak.
“Kita meminta agar BNN Bali jangan mau diintervensi oleh kekuatan apa pun yang mengakibatkan BNN Bali tidak independen, transparan dan profesional. BNN juga tidak memutuskan seara sepihak, bahwa semua yang positif narkoba harus direhabilitasi,” kata Suardana.
Sementara anggota Gerilya asal Tabanan, Ketut Suryadi (Boping) menjelaskan, perang terhadap narkoba sebenarnya sudah sesuai dengan arahan Presiden yang sudah menyatakan Indonesia sudah darurat Narkoba. Data yang disampaikan oleh Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso mengatakan, ada sekitar 50,9 juta orang Indonesia yang positif sebagai pengguna Narkoba. Dalam setahun ada 2,6 juta narkoba jenis sabu yang disita. Perhari rata-rata 30 sampai 40 orang meninggal dunia.
[Bobby Andalan]