KAMIS, 2 JUNI 2016
SUMENEP — Keberadaan tekhnologi yang semakin canggih memang perlu menjadi perhatian serius, terutama kalangan orang tua. Pasalnya terjadinya kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, didominasi oleh faktor penyalahgunaan internet, sehingga kebanyakan yang melakukan hal tidak senonoh tersebut akibat terpengaruh tontonan.

Selama ini kasus kekerasan yang terjadi di ujung timur Pulau Madura mulai memprihatinkan, sebab berdasarkan data yang ada, sejak tahun 2016 kekerasan seksual terhadap anak sudah mencapai 19 kasus. Dalam kasus tersebut ternyata kebanyakan dipengaruhi oleh faktor internet yang mereka tonton melalui handpone.
“Berdasarkan informasi yang kami dapat, salah satunya faktor internet, karena mereka sering menonton hal-hal yang tidak baik, sehingga mereka memiliki keinginan untuk mencoba apa yang dilihatnya. Jadi itu sangat mempengaruhi,” kata Ahmad Dailami, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Kabupaten Sumenep, Kamis (2/6/2016).
Disebutkan, selain itu, peran pengawasan orang tua serta lingkungan juga sangat penting. Karena dalam kasus kekerasan seksual anak dibawah umur tersebut juga diakibatkan minimnya pengawasan.
“Faktor lingkungan itu juga sangat mempengaruhi terhadap terjadinya kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur, makanya memang perlu diperhatian dan diawasi setiap aktifitas anak, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Oleh karena itu, peran orang tua dalam melakukan pengawasan terhadap anak sangat diutamakan, sehingga seringkali memantau aktifitas anak tersebut agar sampai tidak mengetahui hal-hal yang mudah ditiru. Sebab apabila sampai lalai dalam melakukan pengawasan, apalagi anak tersebut memegang handpone, maka kemungkinan besar pelecehan seksual mudah terjadi.
[M. Fahrul]