Apalagi di tahun 2016 ini, tentu saja jumlah penduduknya sudah melampaui angka 250 juta jiwa, sungguh jumlah penduduk sebanyak itu sangat fantastis dan menjadi fenomena yang luar biasa bagi bangsa Indonesia yang masih tergolong sebagai sebuah negara yang sedang berkembang dan terus membangun agar sejajar dengan negara-negara maju lainnya di dunia.
Pertumbuhan jumlah penduduk di Indonesia meningkat tumbuh dengan pesat, terutama setelah kemerdekaan 1946 hingga memasuki periode terakhir Orde Lama zaman Pemerintahan Presiden Soekarno akhir tahun 1960-an. Selanjutnya pada zaman Orde Baru dibawah kepemimpinan Presiden Soeharto, jumlah “ledakan” pertumbuhan penduduk perlahan-lahan mulai bisa dikurangi dan dikendalikan dengan baik.
Sekitar awal tahun1970-an, Presiden Soeharto atau yang akrab dipanggil Pak Harto tersebut lantas memperkenalkan program pengendalian jumlah penduduk yang dikenal masyarakat luas dengan Keluarga Berencana (KB) 2 Anak Cukup. Sedikit demi sedikit perlahan tapi pasti, laju angka pertumbuhan penduduk di Indonesia mulai bisa dikendalikan dan mengalami perlambatan dalam tempo singkat, hanya sekitar satu dasawarsa atau 10 tahun.
Demikian kisah pengalaman terkait seputar program KB 2 Anak Cukup yang dianggap sangat berhasil pada zaman Pemerintahan Pak Harto yang kemudian diceritakan kembali oleh Hariyono Suyono, yang dulu memang pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) pada era Pemerintahan Presiden Soeharto dan juga Pemerintahan Presiden B.J. Habibie tersebut.
Hariyono Suyono menceritakan pengalamannya saat dirinya menjadi Kepala BKKBN di depan para tamu undangan dan ratusan peserta dalam acara Serial Kuliah Tamu Dalam Rangka Peresmian Program Doktor (S3) Manajemen Strategik yang mengambil tema “Belajar dari Kepemimpinan Pak Harto”. Acara tersebut digelar di lantai 7, Ruang Seminar Internasional, Kampus Universitas Mercu Buana (UMB), Jalan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Rabu siang hingga sore (8/6/2016).
“Program KB 2 Anak Cukup yang dicanangkan Presiden Soeharto pada waktu itu terbukti mampu mengurangi laju pertumbuhan penduduk di Indonesia, atas prestasinya inilah kemudian Pak Harto mendapatkan pengakuan dunia internasional, salah satunya berhasil mendapatkan penghargaan bergengsi berupa Medali Emas (Gold Medal) United Nations Populations Award yang diterima Pak Harto secara langsung dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Javier Perez de Cuellar di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat” demikian dikatakan Hariyono Suyono di Kampus UMB, Rabu (8/6/2016).
Hariyono Suyono mengatakan “saya pada waktu itu kebetulan turut serta mendampingi Pak Harto bersama beberapa Menteri Kabinet lainnya pada saat menerima penghargaan UN Populations Award di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, ada sebuah momen yang tidak akan pernah dilupakan oleh Pak Harto sepanjang hidupnya, karena pemberian penghargaan yang diberikan secara langsung oleh Sekjen PBB tersebut ternyata bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Pak Harto yang ke 68, yaitu pada tanggal 8 Juni 1989, Pak Harto terlihat sangat senang ketika itu” katanya dalam pidato sambutannya di Kampus UMB. (Eko Sulestyono)