KAMIS, 9 JUNI 2016
MAUMERE — Gubernur NTT, Frans Lebu Raya meminta agar masyarakat kabupaten Sikka khususnya warga kecamatan kewapante menjaga areal dan sekitar dermaga ferry Kewapante. Permintaaan ini disampaikan Lebu Raya saat meresmikan pengoperasian dermaga Kewapante di kota Maumere dan pelayaran perdana fery ke pulau Pemana dari pelabuhan Kewapante, Kamis (9/6/2016).

“Saya harapkan masyarakat menjaga dermaga ini dan jangan merusak fasilitas yang ada serta mencoret tembok gedung dan merusaka sarana dan pra sarana yang ada disini,” pintanya.
Lebu Raya juga berharap agar masyarakat bisa menjaga kebersihan areal dermaga dan lingkungan sekitarnya serta menjaga kebersihan kapal. Jangan sampai saat tahun depan dirinya datang kembali dermaga sudah kotor dan tidak terawat.
“Kehadiran dermaga ini menjawab kerinduan masyarakat di pulau Pemana, Kojagete dan Palue yang selama ini sulit mendapatkan transportasi laut yang aman dan nyaman,” tegasnya.
Sementara itu, Kadis Perhubungan Sikka, Wilhelmus Sirilus saat ditemui Cendana News menjelaskan, KMP Umakulada akan berlayar setiap minggu dari Kupang jam 12.00 wita dna tiba di Larantuka Rabu sekitar pukul 02.00 WITA. Selanjutnya jam 06.00 wita kapal bertolak ke pelabuhan Deri Adonara.
Kapal feri ini pun lanjut Sirilusakan bertolak ke dermaga Kewapante Maumere jam 09.00 WITA dan tiba di Maumere hari Kamis pagi. Selanjutnya kapal akan bertolak ke pulau Kojagete dan pulau Pemana pulang pergi dan kembali ke Kewapante dimana hari Jumat pagi akan bertolak dari Kewapante ke pulau Palue pulang pergi.Malamnya pukul 22..00 WITA kapal akan bertolak ke Larantuka, Adonara dan langsung ke Kupang.

KMP Umakulada terang Sirilus mengangkut 400 penumpang dan 24 mobil serta 140 sepeda motor dengan kapasitas kapal 7.500 GT. Kapal juga bisa mengangkut barang dimana akan dikenakan biaya tambahan sesuai berat barang per kilogramnya bila melebihi ketentuan yang diperbolehkan untuk penumpang.
[Ebed De Rosary]