KAMIS, 9 JUNI 2016
LAMPUNG — Permintaan komoditas ikan air tawar di wilayah Lampung selama bulan Ramadhan meningkat. Salah seorang pemasok ikan di wilayah Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, Sumitro (40) mengaku tercatat mengalami peningkatan sekitar 70 persen. Peningkatan tersebut diakui Sumitro dengan jumlah tonase ikan yang didatangkan dari wilayah Pulau Jawa ke Lampung yang meningkat sebelum dan selama bulan Ramadhan berjalan.

Sumitro mengaku saat sebelum bulan ramadhan ia mendatangkan ikan air tawar dari wilayah Cianjur, Tasikmalaya, Bogor dengan jumlah sekitar 3 ton perminggu dan kini mendatangkan ikan air tawar dari tempat yang sama dengan jumlah 7 ton per minggu.
Ia mengakui permintaan terbanyak dari pedagang pengecer yang akan menjual kembali ke pasar tradisional atau berjualan keliling menggunakan kendaraan bermotor. Permintaan pedagang terbanyak dari wilayah Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Selatan yang rata rata memerlukan ikan air tawar sebanyak 4-5 kuintal.
“Wilayah Sragi memang dikenal sebagai sentra perikanan namun khusus untuk ikan air tawar justru kami memasok dari luar Lampung dengan selera konsumen yang mengingingkan ikan dari air deras dan budiaya keramba sungai,”ungkap Sumitro kepada Cendana News, Kamis (9/6/2016).
Permintaan dari Kabupaten Lampung Timur semula mencapai rata rata 4-5 kuintal kini mencapai 1 ton. Pedagang pengecer rata rata memanfaatkan tingkat konsumsi yang cukup tinggi saat bulan Ramadhan.
“Permintaan konsumen meningkat karena saat ini menu untuk berbuka serta sahur oleh ibu rumah tangga disiapkan menu istimewa sebagai alternatif daging yang harganya masih cukup mahal dikisaran Rp.110ribu hingga Rp.120ribu sementara ikan air tawar maksimal Rp.40ribu perkilogram,” ujarnya.
Berbagai jenis ikan berasal dari budidaya keramba air deras di Tasikmalaya, Cianjur dan Bogor yang dipasok oleh Sumitro diantaranya jenis ikan Emas, Gurame, Nila, Bawal, Patin, Lele, Mujair serta jenis ikan air tawar lainnya. Salah satu faktor tingginya permintaan ikan air tawar dari wilayah tersebut karena cara pemeliharaan yang cukup baik sehingga kualitas ikan yang dihasilkan cukup bagus untuk konsumsi. Sementara jenis ikan dari wilayah dengan sistem pemeliharaan air tak mengalir kurang diminati di wilayah Lampung.
Salah satu pedagang pengecer, Hendrik mengaku permintaan cukup tinggi terutama di wilayah pedesaan yang sulit memperoleh ikan air tawar. Sehari berjualan dirinya membawa sebanyak 90-100 kilogram dengan menggunakan “rombong” yang diletakkan di kanan dan kiri kendaraan roda dua yang dibawanya berkeliling. Penjualan dengan harga Rp15ribu-Rp20ribu perkilogram k.
Konsumen yang berada di dekat lokasi pengepul ikan air tawar tepatnya di dekat tugu udang Kecamatan Sragi mulai memenuhi lapak sejak subuh hingga pagi. Beberapa konsumen didominasi ibu rumah tangga serta beberapa pedagang pengecer yang akan mulai melakukan penjualan ikan saat pagi menjelang siang hingga sore hari. Sementara pemasok sudah mulai menyiapkan barang dagangan sejak malam hingga subuh untuk ikan yang didatangkan dari wilayah Pulau Jawa.
“Permintaan yang tinggi akan ikan air tawar sebagai alternatif menu olahan untuk berbuka puasa atau sahur menjadi berkah bagi para penjual ikan air tawar, “ungkapnya.

Selain ikan air tawar, pengamatan Cendana News di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, permintaan akan ikan laut juga mengalami peningkatan cukup signifikan. Beberapa pedagang ikan di TPI Ketapang menyiapkan ikan dalam jumlah cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan ikan.
[Henk Widi]