KAMIS, 30 JUNI 2016
BALI —? Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengungkapkan, fakta mencengangkan bahwa setiap 25 menit setidaknya ada satu orang pengguna narkoba yang mati sia-sia, baik karena over dosis ataupun karena penyakit HIV/AIDS.

“Tahun 2006 baru 40 orang yang mati, sekarang meningkat hampir 50 orang, orang sudah kena narkoba ada dua kemungkinan masuk penjara dan mati atau mati lebih cepat dan keluarga itu akan hancur. Kalau salah satu keluarga misalnya kena narkoba anak kita contohnya, itu akan jadi pecandu disana maka seluruh harta akan habis,” ujar Pastika, Kamis 30 Juni 2016.
Dia mengilustrasikan bagaimana narkoba masuk melalui anak-anak. Karena itu, Gubernur menghimbau agar para orang tua mengawasi anak-anaknya. Baik dalam perilaku maupun pergaulannya.
“Awasi anaknya, cek betul anaknya kalau ngantuk melulu dan tidak mau mandi atau dia sangat aktif atau dia sudah memakai ekstasi,” tandasnya.
Lebih jauh Pastika menjabarkan, seperti ciri-ciri pengguna jika dia menjadi depresan dan membuat sosok tersebut tenang dan kalem, malas segalanya, menurut Pastika yang menyebut dirinya sebagai agen BNN ini, bahwa ciri tersebut mengarah pada narkoba pengguna jenis ganja, morpin dan putau.
Sementara ciri-ciri untuk orang yang menjadi sangat aktif stimulan termasuk pengguna narkoba jenis ekstasi, sabu dan sejenisnya itulah yang menjadikan orang tersebut menjadi aktif, ujarnya.
“Bahkan seiring dengan berjalannya teknologi, ditemukanlah narkotika dengan zat baru, narkoba sendiri cuma dua jenis yaitu yang membuat depresan itu tadi dan stimulan yang membuat aktif,” ungkapnya.
Bahkan, urainya, hanya dengan modal satu butir ekstasi 20 ribu bisa dijual hingga 150 ribu sampai 200 ribu. “Bayangin aja modalnya 20 ribu. Penghasilannya pasti jauh lebih besar. Di Aceh 1 kg 50 ribu sampai 100 ribu. Di Jakarta bisa 1,5 juta sekilo di Bali mungkin bisa 1 juta,” ketusnya.
Karena itu, pintanya jaga diri masing-masing, jangan sampai terlibat urusan narkoba, jaga istri kita atau suami kita, anak kita, karena dalam situasi itu bisa punya uang sedikit pasti arahnya kesana.
“Ini musuh bangsa kita ada 3 hal musuh bangsa Indonesia yaitu korupsi narkoba dan terorisme. Peredaran uang narkoba itu luar biasa itu tidak apa-apanya dibandingkan anggaran kita,” pungkasnya.(Bobby Andalan)