SELASA, 14 JUNI 2016
JAKARTA — Meskipun pelaksanaan sterilisasi jalur Bus Trans Jakarta serentak mulai diberlakukan sejak kemarin, Senin (13/6/2016) di seluruh wilayah Ibukota Jakarta, namun pada kenyataannya di lapangan perangkat dan petugas pendukungnya ternyata belum siap 100 %.
Buktinya sampai hari ini masih banyak jalur ditemui jalur Busway diterobos dan dilewati berbagai jenis kendaraan bermotor lainnya, padahal Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya sudah mensosialisasikan sterilisasi jalur Busway kepada warga masyarakat satu bulan sebelumnya.
Jalur Busway awalnya dibangun hanya khusus dipergunakan untuk lalu-lintas Bus Trans Jakarta, selain itu Ambulance dan Mobil Pemadam Kebakaran (PMK) saja yang boleh masuk jalur Busway yang mulai dibangun sejak tahun 2002, pada era kepemimpinan Sutiyoso, yang pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta selama dua periode.
Awalnya jalur Busway hanya dibangun pada koridor 1, yaitu tujuan Blok M hingga Kota Pergi-Pulang (PP), sedangkan Halte Harmoni Sentral Busway yang terletak di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat tersebut dijadikan sebagai titik pusat naik-turun penumpang (transit).
Seiring berjalannya waktu, untuk memenuhi tuntutan kebutuhan transportasi warga masyarakat Ibukota Jakarta, maka jalur Busway kemudian dibangun dimana-mana, sehingga otomatis layanan Bus Trans Jakarta juga ikut-ikutan berkembang pesat seperti saat sekarang ini.
Pantauan Cendana News, Selasa siang (14/6/2016) masih banyak pengendara kendaraan bermotor berbagai jenis mulai dari sepeda motor, Bajaj roda tiga, Mikrolet dan mobil kendaraan pribadi yang tetap nekat menerobos jalur Busway. Padahal Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya akan memberikan sanksi berupa denda senilai Rp. 500.000 bagi siapa saja yang masuk jalur Busway.
“Saya sudah mendengar aturan baru sterilisasi jalur Busway dengan ancaman denda Rp. 500.000, namun sayangnya tidak semua jalur Bus Trans Jakarta dijaga petugas, salah satunya di sepanjang Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, sehingga pengendara kendaraan bermotor leluasa keluar masuk jalur Busway, akibatnya lalu-lintas menjadi macet dan semrawut, sehingga mengganggu lalu-lintas Bus Trans Jakarta” demikian dikatakan Adi Kusuma, seorang penumpang yang sedang berada di Halte Busway Budi Utomo, Jakarta Pusat, Selasa (14/6/2016).(Eko Sulestyono)