Bawang Petani NTB Diharapkan Tetap Dibeli dengan Harga 20 ribu

JUMAT, 3 JUNI 2016

MATARAM — Rencana pemerintah pusat melakukan impor bawang untuk mencukupi kebutuhan masyarakat jelang puasa ramadhan diharapkan tidak berpengaruh terhadap harga bawang petani di NTB

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Husnul Fauzi di Mataram, Jum’at (3/6/2016) menanggapi rencana pemerintah pusat melakukan impor bawang
“Saya minta kepada pemerintah pusat, terutama Kementerian pertanian, melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) NTB, supaya tetap membeli bawang petani NTB dengan harga 20 ribu, jangan sampai di bawah itu” terang Fauzi
Fauzi menjelaskan harga tersebut didasarkan atas nota kesefahaman antara Pemda NTB dengan Kementerian pertanian, sehingga rencana pemerintah pusat melakukan impor bawang jangan sampai mempengaruhi harga bawang petani NTB
Ia menjelaskan, sebagai bentuk langkah nyata mengantisipasi hal tersebut, Pemda NTB akan segera bersurat ke Kementerian Pertanian di Jakarta, termasuk menolak bawang impor masuk NTB, karena NTB merupakan daerah penghasil bawang
“Harga bawang di sejumlah pasar tradisional sampai saat ini bekisar di antara 40 sampai 60 perkilo”
Untuk diketahui, produksi bawang NTB setiap tahunnya mencapai 150 ribu ton. Hasil produksi bawang tersebut selain dipasarkan di Indonesia, juga sebagian di ekspor sampai luar negeri seperti Malaysia, Singapura dan Vietnam.(Turmuzi)
Lihat juga...