RABU, 8 JUNI 2016
JAKARTA — Hari ini, Rabu (8/6/2016) bertempat di Universitas Mercu Buana (UMB) Jalan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, saat ini sedang menggelar acara dalam rangka Serial Kuliah Tamu Dalam Rangka Peresmian Program Doktor Manajemen Strategik yang kali ini mengambil tema “Belajar dari Kepemimpinan Pak Harto”.
![]() |
| Rektor UMB Arissetyanto Nugroho (kanan) menyambut kedatangan Tanri Abeng (kiri) |
Selain itu, acara tersebut juga sebagai Serial Kuliah Tamu Dalam Rangka Peresmian Program Doktoral Manajemen (S3) Universitas Mercu Buana (UMB) dan juga sekaligus dalam rangka acara Seminar Umum Manajemen Strategik uang dilaksanakan di Lantai 7, Ruang Seminar Internasional, Kompleks Kampus Universitas Mercu Buana, Jakarta Barat.
Beberapa mantan Menteri pada era kepemimpinan Presiden H.M. Soeharto dan tamu undangan penting lainnya tampak terlihat hadir, antara lain, Prof. Dr. H. Haryono Suyono, MA, Ph.D., mantan Kepala Pusat Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang juga mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra).
Sedangkan yang bertindak sebagai sebagai keynote speaker adalah Dr. Tanri Abeng, yang dikenal pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia pada era Pemerintahan Presiden Soeharto dan sekaligus pada saat Presiden B.J. Habibie.
Selain itu acara tersebut juga dihadiri oleh segenap Pengurus Yayasan yang didirikan oleh H.M. Soeharto, antara lain Wakil Ketua Dewan Pembina Yayasan Menara Bhakti, Prof. Suharyadi, Ketua Badan Pengurus Harian Yayasan Menara Bhakti Drs. H. Soehardjo Soebardi. Kemudian juga dihadiri oleh Rektor Universitas Mercu Buana (UMB) Dr. Arissetyanto Nugroho MM, Rektor Universitas Trilogi Prof. Asep Saefudin, Rektor Universitas Budi Luhur Prof. Dr. Suryo Hapsoro dan tamu undangan lainnya.
Rektor Universitas Mercu Buana (UMB), Dr. Arissetyanto Nugroho MM, mengatakan dalam pidato sambutan pembukaannya mengatakan “tidak dapat dipungkiri bahwa bangsa Indonesia bisa berkembang dan maju seperti saat sekarang ini salah satunya berkat kerja keras Presiden Soeharto selama 32 tahun, dimana pada saat itu Pemerintahan Orde Baru mewarisi keterpurukan ekonomi dan sosial dari Pemerintahan Orde Lama, antara lain laju inflasi tidak terkendali yang mencapai rekor tertinggi dalam sejarah yaitu 600 %” katanya, Rabu (8/6/2016).
“Generasi sekarang dan generasi mendatang harus mengerti dan memahami bagaimana sebenarnya sejarah Bangsa dan Negara Indonesia, bahwa segala sesuatunya tidaklah mudah, salah satunya bagaimana jerih payah Pak Harto mampu mengubah predikat Indonesia sebelumnya dikenal sebagai salah satu negara pengimpor beras terbesar di dunia kemudian berubah menjadi negara dengan swasembada beras dan berhasil menjadi negara pengekspor beras di dunia, yang sampai sekarang prestasi tersebut belum mampu disamai” demikian dikatakan Rektor UMB, Dr. Arissetyanto Nugroho MM.(Eko Sulestyono)