Mahasiswa UK Petra Pamerkan Karya

RABU, 8 JUNI 2016

SURABAYA — Sebagai generasi muda yang memiliki banyak ide tentunya harus diwadahi secara tepat, agar hasil karya tersebut bisa lebih maksimal. Hal inilah yang mendasari para mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra) dimana didalam mata kuliah Desain Dasar 1, Desain Dasar 2, Craft and Furnishing, Desain Mebel 4 dan Chinesse Interior diwajibkan membuat karya yng dipamerkan kedalam Pameran Desain Interior bertempat di Selasar Gedung P lantai 1, 2 dan 3 UK Petra, Jumat (3/6/2016).

mahasiswa memamerkan hasil karyanya
Dimana pada lantai 1 terdapat 130 karya furniture rumah tangga yang terbuat dari rotan dan kayu dimana dengan adanya pameran ini bisa mengangkat minat konsumen untuk memakai furniture berbahan dasar rotan. Pada lantai 2 terdapat 67 karya 3 dimensi dengan tema dari beberapa film Civil War, Cinderella, Spectre, Starwars, The Jungle Book dan seterusnya, sekaligus terdapat 68 karya 2 dimensi dari batik modifikasi selain itu juga terdapat hiasan pemanis ruangan sebanyak 24 karya. Dan pada lantai 3 terdapat Chinesse Interior.
Dosen penanggung jawab, Grace Setiati Kattu menjelaskan adanya pameran ini guna mengasah kemampuan mahasiswa dalam bidang desain interior. Ini penting mengingat 2 pokok yang harus dipegang mahasiswa yakni elemen desain dan prinsip desain.
“Setiap karya merupakan hasil karya masing-masing tim, sehingga dibutuhkan kekompakan dan imajinasi tinggi dalam menciptakan hasil karya,” jelasnya kepada Cendana News.
Setiap hasil karya diharapkan bisa memberikan wawasan baru kepada mahasiswa mulai dari ide dasar, pengolahan komposisi patra dan pentingnya kerapian dalam membuat karya.
Mahasiswa Desain Interior UK Petra, Cindy Tanara yang menghasilkan karya batik modifikasi Batik Djawa Hokokai ini mengaku kesulitan saat melukis secara detail dari masing-masing bagian batik. Selain itu, keteletian dan kejelian perlu guna menghasilkan karya yang luar biasa. Cindy mendapatkan nilai tertinggi dalam karya batik modifikasi.
“Proses pembuatan batik sekitar 2 minggu, yang paling sulit saat mengisi titik-titik pada bagian-bagian tertentu apalagi dengan cara manual butuh kesabaran lebih,” cakap mahasiswa semester 2 ini.
Karya yang menarik lainnya dari Livia dan Giovany yang membuat karya 3 dimensi berupa ruang abstrak dengan memperhatikan karakter material yang luar biasa bagus terbuat dari bubur tissu dan menampilkan salah satu adegan dalam film The Jungle Book dimana karya mereka memiliki cahaya, suara dan gerak.
“Proses pembuatan hanya 1 minggu, bagian tersulit saat mendesain awal. Karena harus bisa membuat ukuran nyata berapa dan saat mendesain berapa. Sekaligus bentuknya harus menarik,” pungkasnya. (Charolin Pebrianti).
Lihat juga...