SABTU, 11 JUNI 2016
JAKARTA — Terkait dengan dimulainya pembangunan proyek pengembangan Simpang Susun Semanggi, rencananya dalam waktu dekat, Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) Provinsi DKI Jakarta berencana akan menutup jalur cepat yang biasa digunakan kendaraan bermotor di sekitar kawasan Semanggi, Jakarta Selatan.
Penutupan jalur cepat tersebut rencananya akan dilakukan mulai tanggal 12 Juni 2016 hingga 12 Agustus 2016 mendatang. Selama penutupan jalur cepat berlangsung akan dilakukan pengalihan dan pengaturan rekayasa lalu-lintas, untuk menghindari kepadatan dan kemacetan arus lalu lintas kendaraan bermotor, baik dari arah Semanggi maupun yang mengarah ke Semanggi.
Penutupan jalur cepat di sepanjang jembatan Semanggi tersebut bertujuan untuk memperlancar dan menpercepat akses lalu lintas keluar masuk kendaraan proyek selama berlangsungnya kegiatan pembangunan proyek pengembangan Simpang Susun Semanggi, Jakarta Selatan. Selain itu juga demi alasan keamanan dan kenyamanan, sehingga selama pembangunan proyek tersebut akan berlangsung sesuai dengan yang diharapkan.
Menurut keterangan Andri Yansyah, Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Kadishubtrans) DKI Jakarta, untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan akibat adanya penutupan jalur cepat di sepanjang kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya dan dinas-dinas terkait lainnya.
“Terkait pelaksanaan proyek pembangunan pengembangan Simpang Susun Semanggi, Dishubtrans akan melakukan penutupan jalur cepat di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan selama 3 bulan, mulai 12 Juni hingga 12 Agustus 2016, kami menghimbau selama penutupan, para pengguna kendaraan bermotor bisa menyesuaikan dengan perubahan rekayasa lalu lintas dan tetap mematuhi peraturan” kata Andri Yansyah, Kepala Dinas Dishubtrans DKI Jakarta, ketika dikonfirmasi Cendana News, Sabtu pagi(11/6/2016).
Beberapa pengalihan dan rekayasa lalu lintas akan diberlakukan, antata lain kendaraan bermotor dari arah Cawang menuju Blok M dialihkan masuk jalur lambat masuk Jalan Jendral Sudirman atau menggunakan jalur alternatif lewat SCBD Sudirman. Kendaraan dari Blok M menuju Slipi masuk jalur lambat Jalan Jendral Sudirman dimana dapat menggunakan jalur alternatif lewat Pintu Gelora Bung Karno (GBK) 1, Jalan Asia Afrika.
Begitu pula sebaliknya, untuk kendaraan bermotor dari arah Bundaran Hotel Indonesia hendak menuju Cawang akan masuk jalur lambat Jalan Jendral Sudirman, kemudian para pengendara bisa memilih jalur alternatif lainnya misalnya melalui Jalan Prof. Dr. Satrio ke Jalan Casablanca. Selain itu juga bisa melalui Jalan Galunggung, kemudian menuju Jalan Imam Bonjol dan seterusnya.(Eko Sulesyono)