Tekan Penyalahgunaan Narkoba Kalangan Remaja, BNN Pusat datangi sekolah-sekolah di Solo


SELASA, 24 MEI 2016


SOLO — Ratusan siswa SMP Negeri 11 Solo, Jawa Tengah, Selasa siang (24/5), mengikuti sosialisasi bahaya narkoba yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat. Langkah ini sebagai upaya menekan angka penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan remaja.

“Hari ini kita datangi sejumlah sekolah di Solo, baik tingkat SMP, SMA, maupun Perguruan Tinggi. Tujuannya adalah untuk menekan penyalahgunaan narkoba usia remaja,” ujar Tamsil petugas penyuluh BNN khusus pendidikan disela-sela kegiatan sosialisasi bahaya narkoba tersebut.
Dikatakan lebih lanjut, sasaran sosialisasi bahaya narkoba ini adalah usia remaja, karena kalangan remaja tegolong usia rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, di kota-kota besar, tingkat penyalahgunaan narkoba yang dilakukan usia remaja ini menembus angka 4,7 persen dari seluruh kasua narkoba yang ada. “Untuk itu kita perlu pencegahan dini, mulai dari pelajar mulai jenjang SMP, SMA dan Perkuliahan,” terangnya.
Ditambahkan Tamsil, usia remaja yang sangat labil menjadikan sangat mudah terpengaruh dengan hal-hal yang tidak baik, termasuk terhadap ancaman narkoba. Hal ini dikarenakan tingkat keingintahuan remaja sangat tinggi dibanding yang sudah dewasa.  “Selain di SMP 11, kami juga melakukan sosialisasi di sekolah lain, baik SMA maupun Perguruan Tinggi. Setidaknya terdapat enam tim BNN yang terjun di Solo,” ungkapnya.
Selain di lingkungan pendidikan, dalam kesempatan ini BNN juga melakukan sosialisasi akan bahaya narkoba di tempat peribadatan. Salah satunya adalah di Gereja di wilayah Jebres, Solo. “Tujuan kami selian menekankan akan bahaya narkoba kepada para siswa, juga terhadap pemuka agama juga menekankan hal yang sama. Ini tak lain upaya untuk memerangi narkoba, karena saat ini Indonesia memasuki darurat narkoba,” pungkasnya.
Sementara itu, antusiasme siswa dalam sosialisasi yang dilakukan BNN bekerja sama dengan dua Perguruan Tinggi di Solo ini berlangsung cukup baik. Antara siswa dan penyuluh banyak melakukan interaksi. Siswa juga mengaku sedikit banyak memahami akan pentingnya bahaya narkoba. “setahu saya narkoba itu obat-obat yang berbahaya, dan dapat merusak otak dan badan. Jadi narkoba memang harus dijauh,” ucap Rakhmat siswa kelas IX kepada Cendana News. (Harun Alrosid).   
Lihat juga...