![]() |
| Singgih Raharja, Kepala Balai Tekkomdik Disdikpora DIY |
SELASA, 24 MEI 2016
YOGYAKARTA — Tidak berlebihan, jika Dinas Pendidikan, Pemuda Dan Olahraga DI Yogyakarta mengadakan lomba optimalisasi penggunaan gadget untuk pendidikan. Pasalnya, selama ini kecanggihan gadget lebih sering digunakan untuk hal-hal bersifat negatif seperti menonton film porno dan aktifitas konsumtif lainnya yang kurang bermanfaat.
Information and Communication Technology Camp (ICT Camp) atau Kemah Ilmiah Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan kegiatan ilmiah yang dikemas dalam berbagai tema lomba menarik dengan memanfaatkan gadget dan alat teknologi informasi dan komunikasi lainnya seperti kamera video. Tujuan dari ICT Camp 2016 adalah mengoptimalkan penggunaan gadget untuk pendididikan.
Lomba bertema pengoptimalan gadget untuk pendidikan (Optimize Your Gadget For Education) diselenggarakan dua hari sejak hari ini, Selasa (24/5/2016), digelar dengan konsep pembelajaran Abad 21 (21st Century Learning). Para siswa peserta lomba dan para guru, dituntut mampu memanfaatkan gadget untuk melakukan eksplorasi, meneliti, mengamati dan kemudian mempresentasikan hasil karyanya dalam sebuah kegiatan belajar mengajar.
Kepala Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan, Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Yogyakarta, Singgih Raharja, menjelaskan, ICT Camp diadakan setahun sekali bertujuan untuk mendekatkan para siswa kepada model pendidikan Abad 21guna menjawab tantangan di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pasalnya, di era MEA ini para siswa juga dituntut mampu bersaing dan berkompetisi dengan siswa dari negara lain. Karenanya, dengan lomba tersebut, para siswa diharapkan akan bisa lebih kreatif, produktif dan inovatif.
ICT Camp 2016 di komplek Candi Prambanan digelar dalam enam kategori lomba. Masing-masing disesuaikan dengan tingkat pendidikannya. Lomba ICT Kategori Eksplorasi Pendidikan, diperuntukkan bagi siswa Sekolah Dasar, dan diikuti sebanyak 200 siswa yang terbagi dalam 100 kelompok. Lomba Video Pendidikan untuk Sekolah Menengah Pertama dan Madrasyah Tsanawiyah diikuti 100 siswa yang terbagi dalam 50 kelompok.
Kemudian, Lomba Film Pendek Pendidikan untuk Sekolah Menengah Atas, Madrasyah Aliyah dan Menengah Kejuruan diikuti 100 siswa terbagi dalam 50 kelompok. Lomba Inovasi Pembelajaran Berbasis Video untuk para guru seluruh jenjang yang diikuti oleh 50 orang guru. Lomba Presentasi untuk jenjang Sekolah Luar Biasa diikuti 36 siswa, dan Lomba Tari Kreasi Gaya Baru diikuti oleh 13 Grup Tari dari berbagai Sekolah Dasar di Yogyakarta.
Singgih mengharapkan, melalui kegiatan lomba teknologi informasi dan komunikasi di komplek candi, akan membuat para siswa lebih mampu memanfaatkan teknologi tersebut untuk tujuan pendidikan dan sesuai dengan kebudayaannya. (koko)
Lihat juga...