RABU, 11 MEI 2016
ACEH — Puluhan kepala sekolah di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, mengikuti diskusi terkait kerja-kerja jurnalistik dan kode etik jurnalis di Aula Mapolres Lhokseumawe, Aceh, Rabu (11/5/2016). Pemahaman peran dan fungsi wartawan kepada kepala sekolah dianggap penting untuk menghindari maraknya jurnalis palsu atau yang sering disebut ‘wartawan bodrek’.

Diskusi bertema ‘Melawan Penyalahgunaan Profesi’ tersebut diselenggarakan oleh Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe bekerjasama dengan sejumlah organisasi wartawan dan Dinas Pendidikan. Para kepala sekolah tersebut juga diberi pemahaman terkait kerja-kerja satuan reskrim di kepolisian.
“Kegiatan ini merupakan kerjasama kita pihak kepolisian dengan rekan-rekan pers, beberapa waktu lalu kita berdiskusi bahwa selama ini marak terjadi penyalahgunaan profesi salah satunya profesi jurnalis,” ujar Kapolres Lhokseumawe, AKBP. Anang Triarsono, kepada Cendana News.
Kapolres Anang mengatakan, selama ini banyak kepala sekolah yang mengadu, mengaku sering didatangi oleh oknum wartawan. Oknum tersebut katanya bertujuan untuk memeras kepala sekolah dengan mengancam akan mempublikasikan kesalahan si kepala sekolah.
“Kadang kepala sekolahnya panik, lalu takut karena tidak mengerti apa itu pers, bagaimana kerja pers, bahwa pers tidak boleh menerima uang apalagi memeras, jadi kepala sekolah selalu menjadi objek perasan oknum yang tidak bertanggungjawab,” katanya.
Padahal, lanjut Anang, profesi jurnalis juga diikat dengan kode etik yang harus dipegang erat oleh para ‘kuli tinta’ tersebut. katanya, seperti polisi, awak media juga punya kode etik dan undang-undang yang mengikat mereka dalam melaksanakan tugasnya.
Selain itu, menurutnya diskusi tersebut juga penting diikuti untuk memilah mana jurnalis yang baik dan sesuai dengan kode etik dan yang tidak sesuai. Hal tersebut karena awak media juga dianggap sebagai mitra berbagai pihak termasuk polisi dan para tenaga pendidik.
“Selama ini rekan-rekan pers yang selalu memberi kita informasi ditengah kesibukan kita masing-masing, makanya sudah sepatutnya mereka menjadi mitra kita dalam bekerja,” kata Anang.
Ia berharap, melalui sosialisasi tentang profesi awak media tersebut, para kepala sekolah dapat memahami kerja-kerja jurnalistik. Ia mengimbau, kepala sekolah agar tidak mudah tertipu oleh oknum jurnalis abal-abal, dan melaporkan oknum tersebut kepada pihak berwajib.
[Zulfikar Husein]