![]() |
| Kecelakaan yang terjadi pada Minggu |
Tren
- Urgensi Indikator Hukum Pancasila
- Energi Netizen dan Produktivitas Bangsa
- Kenapa Iran tidak Fokus Israel dan Kapal Perang AS
- Ronda Sahur: Lebih dari Sekadar Ritme Dini Hari
- Kenapa Gaza “di Transaksikan” dengan Iran ?
- Desakan Indonesia Keluar BoP Sejalan Kehendak Israel
- Jatuh Bangun Peradaban dalam Al-Qur’an
- Lupa Prabowo Teman Raja Jordan
- Perintah-Larangan dan Kebahagiaan Otentik
- Islamisme Reaktif Menghidupkan Industri Perang
RABU, 11 MEI 2016
BALIKPAPAN — DPRD Balikpapan meminta kepada Pemerintah Kota Balikpapan untuk mempertajam pengaturan jam operasional kendaraan besar atau truk dalam melewati jalan kota. Karena hingga kini masih terjadi kecelakaan di Jalan Sukarno Hatta Kilometer Nol Muara Rapak Balikpapan dan terakhir kecelakaan terjadi pada Minggu lalu (8/5/2016).
Menurut Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh, pengawasan terhadap kendaraan besar yang masuk dalam kota dan membawa muatan harus diperhatikan lebih ketat lagi, khususnya banyaknya muatan yang dibawa.
“Jangka pendek ya pengawasan melalui Dinas Perhubungan Balikpapan harus lebih ketat lagi. Jangan sampai kendaraan melebihi muatan,” ungkapnya Rabu (11/5/2016).
Selain itu, Abdulloh mengatakan di kawasan Muara Rapak tersebut rencananya akan dibangun jembatan layang namun hingga kini belum terealisasi.
“Pembangunan jembatan layang sangat urgent agar tidak ada kecelakaan lagi yang terjadi diturunan Muara Rapak,” tandasnya.
Menurutnya, usulan pembangunan jembatan layang bersama Pemkot Balikpapan terus diperjuangkan dan disampaikan ke pemerintah pusat.
“Tahun 2014 lalu sudah dikaji fly over disana tapi kembali permasalahannya karena itu jalan Provinsi oh nasional ya tambah berat lagi itu. Tapi kalau saja itu diberikan ke provinsi atau kota kita masih bisa menganggarkan pembangunan. Nasional berarti harus APBN. Ini memang harus kita dorong terus. Apalagi anggaran bangun jembatan itu sangat besar,” tambahnya.
[Ferry Cahyanti]
Lihat juga...