![]() |
| Kecelakaan yang terjadi pada Minggu |
Tren
- MBG Watch: Platform Pengawasan Digital
- KDMP: Offtaker dan Penggilingan Padi
- MBS Yogyakarta Gelar Ta’aruf Akbar, Perkenalkan Potensi Pesantren dan Santri dari Seluruh Indonesia
- Kasus Jaksa Febri: Cukup Dua Alat Bukti atau Wajib Diperiksa?
- KDMP & Centralized Financial Reporting System
- Eks Jampidsus Febri, Cacat Kewenangan dan Sprindik Baru
- Presiden Prabowo dan Teori “Bocor”
- Supaya Rabi Bukan Seloroh, Cicipilah Serabi di Dapur Yu Saroh: Ketika Mitos Jawa, Serat Centhini, dan Harumnya Serabi Dapur Yu Saroh Menyatu dalam Sepiring Kebahagiaan
- Perampasan Aset di Berbagai Negara
- Pelimpahan Polri-Jaksa: Stabilitas Kabinet atau Elektoral?
RABU, 11 MEI 2016
BALIKPAPAN — DPRD Balikpapan meminta kepada Pemerintah Kota Balikpapan untuk mempertajam pengaturan jam operasional kendaraan besar atau truk dalam melewati jalan kota. Karena hingga kini masih terjadi kecelakaan di Jalan Sukarno Hatta Kilometer Nol Muara Rapak Balikpapan dan terakhir kecelakaan terjadi pada Minggu lalu (8/5/2016).
Menurut Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh, pengawasan terhadap kendaraan besar yang masuk dalam kota dan membawa muatan harus diperhatikan lebih ketat lagi, khususnya banyaknya muatan yang dibawa.
“Jangka pendek ya pengawasan melalui Dinas Perhubungan Balikpapan harus lebih ketat lagi. Jangan sampai kendaraan melebihi muatan,” ungkapnya Rabu (11/5/2016).
Selain itu, Abdulloh mengatakan di kawasan Muara Rapak tersebut rencananya akan dibangun jembatan layang namun hingga kini belum terealisasi.
“Pembangunan jembatan layang sangat urgent agar tidak ada kecelakaan lagi yang terjadi diturunan Muara Rapak,” tandasnya.
Menurutnya, usulan pembangunan jembatan layang bersama Pemkot Balikpapan terus diperjuangkan dan disampaikan ke pemerintah pusat.
“Tahun 2014 lalu sudah dikaji fly over disana tapi kembali permasalahannya karena itu jalan Provinsi oh nasional ya tambah berat lagi itu. Tapi kalau saja itu diberikan ke provinsi atau kota kita masih bisa menganggarkan pembangunan. Nasional berarti harus APBN. Ini memang harus kita dorong terus. Apalagi anggaran bangun jembatan itu sangat besar,” tambahnya.
[Ferry Cahyanti]
Lihat juga...