Pemerintah Belum Temukan Negara Penampung Muslim Rohigya

SABTU, 14 MEI 2016

ACEH — Sejak diselamatkan oleh nelayan pada Mei 2015 lalu, muslim Rohingya yang berada di Aceh hingga saat ini sudah mencapai usia satu tahun. Namun hingga saat ini, nasib para imigran tersebut belum juga jelas.
Awalnya, pemerintah merencanakan untuk menampung muslim Rohingya tersebut hanya selama satu tahun. Selama itu, pemerintah bersama pihak UNHCR berusaha mencari negara ketiga yang mau menampung mereka.
“Dalam arahan awal dari Kemenkumham di Pendopo Bupati dulu, jadi diharapkan pengungsi yang ada di Aceh Utara diharapkan mampu ditampung setahun,” ujar Abdul Azis, Asisten II Pemerintah Aceh Utara, kepada Cendana News, melalui sambungan telepon, Sabtu (14/5/2016).
Azis menambahkan, sampai saat ini pihaknya masih menunggu solusi dari Pemerintah Pusat terkait keberlanjutan para imigran tersebut. Selama ini, katanya para pengungsi masih terus ditampung seperti biasa di lokasi penampungan di Balang Adoe, Aceh Utara, Aceh.
Kata Azis, penanganan pengungsi ini tidak dilakukan sendiri, namun juga dibantu oleh banyak donatur dari berbagai lembaga. Selain itu, pengungsi juga mendapat bantuan dan pengawasan dari IOM dan UNHCR.
Sejauh ini pihaknya tidak menemukan kendala berarti. Hanya saja, terkadang pihaknya kewalahan dengan sikap pengungsi yang sering terjadi keributan. Beberapa kali para pengungsi sering ribut sesama pengungsi karena hal-hal sederhana.
“Persoalannya, karena mereka sudah lama ditempatkan disana, sering terjadi keributan sesama mereka karena jenuh, rebut makan, dan lain sebagaianya,” katanya.
Ia berharap pemerintah segera menemukan negara ketiga yang mau menampung secara permanen para pengungsi tersebut. 
“Kepada pemerintah atasan untuk cepat-cepat menemukan solusi untuk para pengungi, bisa menemukan negara ketiga atau solusi lainnya,” pungkasnya.
Sementara itu, dari jumlah awal sebanyak 323 pengungsi, saat ini jumlah pengungsi di lokasi penampungan sementara Blang Adoe, Aceh Utara, hanya menyisakan 77 orang. Sementara sisa dari para pengungsi telah melarikan diri dari lokasi tersebut.
[Zulfikar Husein]
Lihat juga...