Dishub Surabaya Berlakukan Sistem Stiker Saat Trem Beroperasi

SABTU, 14 MEI 2016

SURABAYA – Demi mengurangi kemacetan yang ada di Surabaya, Pemerintah Kota (Pemkot) bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Direktorat Jenderal (Dirjen) Kereta Api berencana membangun angkutan massal, trem.
Trem dinilai lebih efektif memecah kemacetan sekaligus mendapatkan perhatian masyarakat. Mengingat Surabaya pada jaman dahulu sudah akrab dengan angkutan massal trem.
Untuk proses pembangunan trem sendiri pada tahun 2016 dimulai dengan prasarana yaitu aktifasi rel yang sudah ada. Dan tahun 2017 mendatang dilengkapi dengan sarana yaitu gerbong kereta api. Dan jalur yang diperskapkan untuk koridor utara selatan, Joyoboyo-Jembatan Merah.
“Nantinya ketika trem sudah siap ada skenario khusus yang akan kami lakukan,” jelas Plt. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyu Drajat saat dihubungi Cendana News, Sabtu (14/5/2016).
Pertama, pembatasan jalur kendaraan pribadi yang berdampingan dengan jalur trem dengan cara road pricing atau pengenaan pembayaran jalur.
Kedua, diberlakukannya sticker khusus bagi setiap pengguna jalan yang juga dilalui oleh jalur trem. Artinya para pengguna kendaraan pribadi tetap boleh melintas asalkan berlangganan sticker khusus.
“Tahap awal melalui sticker namun masih dalam kajian baik aturan dan besaran pembayarannya,” cakapnya.
Hal ini dilakukan oleh Dishub mengingat  permohonan jalan tidak mampu mengimbangi jumlah kendaraan pribadi. “Kami tidak bisa mengurangi kepemilikan kendaraan, namun kami bisa mengurangi penggunaannya,” tegasnya.
Tak lupa sosialisasi terkait akan adanya pembangunan trem ini pun sudah dilakukan sejak 2 tahun lalu. “Kalau hasil lelang, Kementerian yang tahu, kami ikut saja dengan aturan atasan,” pungkasnya.
[Charolin Pebrianti]
Lihat juga...