JUMAT, 13 MEI 2016
YOGYAKARTA — Memperingati tiga hari besar di bulan Mei, Dinas Kebudayaan DI Yogyakarta menggelar Pameran Museum DIY dan Nusantara di sebuah pusat perbelanjaan modern (mall) di Jalan Magelang, Sleman. Sebanyak 32 museum turut serta dalam pameran tersebut, salah satunya Memorial Jenderal Besar HM Soeharto.
![]() |
| Koleksi foto Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto |
Selama empat hari, masyarakat dan warga luar daerah yang sedang berlibur di Yogyakarta bisa dengan mudah menyaksikan puluhan koleksi bersejarah dari 25 museum besar yang ada di Yogyakarta dan 7 museum dari luar daerah seperti dari Jambi, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara dan sebagainya, di atrium Jogja City Mall (JCM).
Tak hanya museum yang menyimpan benda sejarah dari peristiwa perang kemerdekaan, namun juga museum yang menyimpan benda-benda seni zaman lampau, seperti Museum Kekayon yang menyimpan ratusan wayang kulit kuno.
Ditemui di lokasi pameran, Jumat (13/5/2016), Kepala Seksi Promosi dan Inovasi Bidang Permuseuman Dinas Kebudayaan DI Yogyakarta, Budi Husada, mengatakan, pameran museum itu diadakan untuk memperingati tiga hari besar dan penting bagi bangsa ini, yaitu Hari Pendidikan Nasional, Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Museum Internasional yang jatuh pada setiap tanggal 18 Mei. Sementara itu, dipilihnya mall sebagai lokasi pameran, menurut Budi, merupakan upaya mendekatkan museum kepada masyarakat.
Budi juga mengatakan, pameran museum juga merupakan salah satu bentuk konkrit dan upaya perwujudan proses pembelajaran anak didik. “Seperti kata Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, bahwa pilar pendidikan itu ada tiga, yaitu sekolah, museum dan perpustakaan. Siswa yang tidak memperoleh jawaban di sekolah akan mencarinya di museum, dan juga perpustakaan”, ujarnya.
![]() |
| Budi Husada |
Pameran Museum DIY Dan Nusantara berlangsung empat hari sejak kemarin, dan akan ditutup pada Minggu, 15 Mei 2016. Budi mengatakan, sejauh ini minat masyarakat mengunjungi museum semakin meningkat. Tercatat pada tahun 2015. sebanyak 200.000 lebih pengunjung mendatangi sejumlah museum yang ada di Yogyakarta. Sementara di tahun 2016, hingga bulan April kemarin telah ada 30.000 lebih pengunjung.
Kendati tak selengkap di museum aslinya, pameran museum yang diadakan di atrium JCM dinilai cukup informatif dan komunikatif dan menarik minat pengunjung. Seperti dituturkan Khalida Tyaswara, Edukator Museum Wayang Kekayon yang turut dalam pameran tersebut. Menurutnya, banyak pengunjung yang tertarik dan terkesan dengan wayang kulit koleksinya yang berasal dari tahun 1900-an.
“Kami memiliki ratusan koleksi wayang kulit tua, dan koleksi utama kami adalah 100 Wayang Kurawa”, ujarnya.
Sementara itu, Mariyanti, Pemandu Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto yang turut pula dalam pameran itu mengatakan, sejak hari pertama kemarin banyak pengunjung yang merasa senang melihat foto-foto koleksi lama Pak Harto.
“Mereka seperti sangat bernostalgia dengan Bapak Soeharto dan bahkan ada yang kemudian mengaku setelah melihat foto Bapak jadi tambah kangen”, ujarnya.
Dalam pameran tersebut, sejumlah foto lama Pak Harto dipajang bersama sejumlah koleksi buku-buku sejarah perang kemerdekaan. Sebuah media interaktif digital, juga tampak disediakan, yang memudahkan pengunjung mengakses informasi mengenai Pak Harto.
Pameran Museum DIY Dan Nusantara, tak hanya menampilkan berbagai koleksi museum. Namun juga dimeriahkan dengan berbagai acara pentas seni dan lomba mendongeng bagi umum. Juga lomba pidato bahasa Inggris, mewarnai dan menggambar bagi anak-anak.
[Koko Triarko]
