SABTU, 14 MEI 2016
SUMENEP — Sungguh sangat memilukan nasib yang di alami salah seorang ibu hamil bernama Nadira (35), asal Dusun Embung Barat, Desa Brakas, Kecamatan Kepulauan Raas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Guna mendapatkan perawatan medis secara layak pada saat hendak melahirkan, ia harus terombang-terombang di air laut dengan perahu kayu menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Anwar daerah setempat.

Selama dalam perjalanan kurang lebih empat jam dari pulau ia tinggal menuju pelabuhan rakyat di Kecamatan Dungkek, ia harus rela menahan rasa sakit dan takut saat kondisi ombak sedang besar. Tetapi dengan minmnya fasilitas kesehatan di kampung halamannya, baginya sudah tidak ada pilihan lain, terkecuali harus menyebrangi lautan dengan naik perahu agar dirinya bersama bayi yang dikandungnya bisa terselamatkan.
“Dengan minimnya sarana dan prasarana fasilitas kesehatan di pulau membuat keluarga kami ini tidak hanya menahan sakit, tetapi juga mempertaruhkan nyawa agar bisa mendapatkan pelayanan medis yang layak. Sebab saat ini kondisi cuaca sangat mengkhawatirkan, karena saat perjalanan ombak cukup besar,” kata Fausi Muhfa, salah satu kerabat yang mendampingi ibu hamil asal kepulauan itu, Sabtu (14/5/2016).

Disebutkan, bahwa sejak dulu pelayanan kesehatan di kepulauan memang sangat minim, sehingga ketika ada warga yang sedang sakit maupun melahirkan untuk mendapatkan perwatan medis yang layak harus pergi ke daratan dengan menempuh jalur laut yang memakan waktu lama. Namun hal itu belum membuat pemerintah daerah berinisiatif untuk memberikan pelayanan kesehatan yang memadai, makanya tak jarang warga disana meninggal diatas perahu saat perjalanan ke daratan untuk dilakukan perawatan medis.
“Ini salah satu contoh dari sekian banyak yang dialami masyarakat kepulauan saat ingin mendapatkan pelayanan medis secara layak. Jadi sangat semakin lengkap penderitaan warga dari tahun ke tahun, nah itu yang kami sayangkan. Pemerintah terkesan sama sekali tidak memperhatikan,” jelasnya kepada Cendana News.

Semakin ironis ketika Nadira tiba di pelabuhan rakyat Kecamatan Dungkek, karena ia tidak dijemput dengan ambulance, tetapi justru dibawa dengan mobil angkutan umum menuju rumah sakit di daerah ini. Sehingga membuat kekecewaan keluarga ibu hamil asal pulau tersebut semakin menggebu, sebab mereka menilai bahwa masyarakat kepulauan memang tidak pernah diperhatikan secara serius.
“Ya beruntung setelah tiba ke rumah sakit langsung ditangani. Jadi ini merupakan salah satu contoh dari sekian banyak yang dialami masyarakat pulau masalah minimnya perawatan medis,” pungkas Fauzi dengan kecewa.
[M. Fahrul]