Masyarakat Sumenep Keluhkan Banyaknya Lampu PJU yang Tak Kunjung Diperbaiki

SELASA, 31 MEI 2016

SUMENEP — Banyaknya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati dan tidak kunjung diperbaiki di sejumlah ruas di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dikeluhkan oleh masyarakat. Hal tersebut menimbulkan rasa was was pengguna jalan karena harus melewati jalan yang sepi dan gelap.
Lampu penerangan jalan yang banyak mati berada di jalan wilayah Pantura, seperti di Desa Jabaan, Kecamatan Manding. Meski sudah sejak lama, namun pihak terkait masih belum melakukan tindakan apapun.
“Lampu penerangan jalan ini sudah lama mati, tapi sampai sekarang tidak kunjung diperbaiki, padahal itu jalan yang cukup sepi dan jauh dari pemukiman warga. Seharusnya diperhatikan bagaimana agar diperbaiki, supaya para pengendara yang melintas pada saat malam hari tidak merasa ketakutan,” kata Solihin (29), salah seorang warga yang melintas di jalan tersebut, Selasa (31/5/2016).
Disebutkan, jalan yang lampu penerangannya mati, selain sepi jalan tersebut rawan terjadi tindakan kriminal, baik perampokan maupun penjambretan. 
“Kami merasa takut kalau terlalu malam hendak lewat daerah itu, karena sejak lampu menerangan mati sangat terasa sepi. Namun karena tidak ada jalan alternatif lagi terpaksa tetap melintas meski dengan rasa ketakutan,” jelasnya.
Mereka berharap pemerintah daerah segera memperbaikinya, apalagi dalam waktu dekat ini sudah memasuki bulan suci Ramadhan, dimana masyarakat seringkali banyak yang melintas di jalan itu pada saat malam hari. Sehingga apabila lampu penerangan sedang menyala, jarak pandang para pengendara lebih jelas, maka ketika ada sesuatu tindakan yang mengarah terhadap tindakan kriminal dapat diketahuinya.
“Ya kalau gelap kami kan tidak bisa melihat seumpanya ada orang yang mau merampok, tetapi jika lampunya menyala kan bisa terlihat, sehingga bisa balik arah. Karena selama ini hanya sebagian yang diperbaiki, itupun bukan di daerah rawan,” pungkasnya. 
[M. Fahrul]
Lihat juga...