KAMMI Jabar : Tantangan Mahasiswa, Kita Dihadapkan Budaya Hedonis dan Generasi Anti Ideologis

SELASA, 17 MEI 2016

BANDUNG—Tak puas pada roda pemerintahan yang dijalankan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jawa Barat (Jabar) unjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (17/5/2016).


Aksi ini sebagai peringatan 18 tahun terjadinya reformasi. Mereka menyayangkan, reformasi seakan kehilangan tujuan utama. Dimana belum terwujudnya kualitas dan moralitas kehidupan bangsa.
Ketua KAMMI Jabar Rizal Mukaram, menyampaikan kemiskinan, keterbelakangan, kerusakan moral dan buruknya pengelolaan negara masih terjadi di negeri ini. Pihaknya juga melihat kebijakan yang diambil Joko Widodo cenderung terlalu memihak kepada kaum konglomerat.
“Rakyat hanya menjadi korban dari pembangunan ala Jokowi (sapaan Joko Widodo), tercermin dari 12 paket ekonomi Jokowi, seperti RUU Task Amnesty, adanya reklamasi dibeberapa daerah, kereta cepat,” ujar Rizal di lokasi.
Menurutnya, para mahasiswa pasti mampu menyelesaikan reformasi yang belum tuntas ini. Aksi sendiri akan memuncak pada 20 Mei 2016 mendatang di Jakarta. Pihaknya berharap masyarakat bisa memahami bahwa buah dari reformasi sejauh ini belum tampak.

“Pergerakan kita adalah tantangan mahasiswa hari ini, kita dihadapkan budaya hedonis dan memasuki generasi anti ideologis. Ini menjadi momentum bagaimana memperjuangkannya,” bebernya.

Berdasarkan pantauan, massa dari KAMMI Jabar ini sengaja memancing perhatian pengendara yang melintas. Dengan menunjukan berbagai poster, seperti tulisan ‘Indonesia Bukan Cina’, ‘Tolak!!! Penjajahan Berkedok Investasi’, ‘Kembalikan Reformasi Kepada Tujuannya #SaveReformasi.
Pihaknya juga sengaja memakai sebagian bahu jalan hingga kemacetan tak terelakkan. Hal ini sebagai peringatan termasuk untuk masyarakat bahwa reformasi harus dituntaskan.
“Masalah antipati atau simpati, itu tergantung bagaimana sudut pandang (masyarakat), itu dinamis. Yang terpenting kita menyampaikan bahwa tujuan dari peringatan reformasi ini harus sampai kepada masyarakat,” tukasnya. (Rianto Nudiyansyah)
Lihat juga...